Razer Tartarus V2 Pro: Keypad Gaming 8KHz dengan Analog Optical Switch dan TMR Thumbstick

Razer Tartarus V2 Pro: Keypad Gaming 8KHz dengan Analog Optical Switch dan TMR Thumbstick

Razer resmi memperkenalkan Tartarus V2 Pro, generasi baru gaming keypad mereka yang sekarang mendapat upgrade cukup besar. Bukan cuma tombol lebih cepat, perangkat ini juga membawa Analog Optical Switch Gen-2, polling rate 8KHz, thumbstick TMR anti-drift, sampai wrist rest yang bisa digeser dan diputar sesuai posisi tangan.

Konsepnya masih sama seperti Tartarus lama: memberi banyak kontrol dalam area kecil, terutama buat gamer MMO, FPS, atau pemain yang suka bikin banyak macro tanpa harus memakai keyboard full-size.

Bedanya, kali ini Razer benar-benar membawa teknologi flagship keyboard dan controller mereka ke satu perangkat kecil.

31 Tombol yang Bisa Diprogram

Tartarus V2 Pro punya total 31 programmable controls. Jumlah ini cukup banyak untuk ukuran keypad. Buat MMO, semua ability, consumable, macro, dan shortcut bisa dipindahkan ke satu area yang gampang dijangkau tangan kiri.

Buat FPS atau game action, tombol-tombol itu bisa dipakai untuk:

  • Movement
  • Ability
  • Reload
  • Crouch
  • Melee
  • Ping
  • Weapon swap
  • Macro
  • Shortcut khusus game

Intinya, pengguna bisa bikin layout sendiri tanpa harus mengikuti posisi tombol keyboard normal.

Ini juga jadi salah satu alasan gaming keypad masih punya fanbase sendiri. Buat sebagian orang, ergonominya jauh lebih nyaman dibanding menaruh tangan di keyboard biasa selama berjam-jam.

Analog Optical Switch Gen-2 Jadi Upgrade Besar

Bagian paling penting ada di switch. Tartarus V2 Pro memakai Razer Analog Optical Switch Gen-2, switch flagship Razer yang mendukung actuation point adjustable dari 0,1 mm sampai 4,0 mm.

Artinya, pengguna bisa memilih seberapa dalam tombol harus ditekan sebelum input aktif. Mau respons super cepat? Set dekat 0,1 mm. Mau lebih aman dari accidental press? Tinggal bikin actuation lebih dalam.

Fleksibilitas seperti ini berguna karena kebutuhan tiap game beda. FPS kompetitif mungkin lebih cocok dengan input cepat, sementara MMO atau game yang punya banyak shortcut bisa lebih nyaman dengan actuation sedikit lebih dalam supaya tombol ga gampang kepencet.

Rapid Trigger Turun Sampai 0,1 mm

Razer juga membawa Rapid Trigger dengan sensitivitas sampai 0,1 mm. Rapid Trigger memungkinkan tombol reset berdasarkan pergerakan switch, bukan harus menunggu tombol kembali ke titik reset tetap.

Dalam penggunaan nyata, fitur ini bisa membantu input berulang terasa lebih cepat, terutama untuk movement. Kalau pemain sering spam strafing, crouch, movement skill, atau tombol tertentu, Rapid Trigger bisa membuat tombol siap aktif lagi begitu jari mulai bergerak balik.

Ini teknologi yang sebelumnya lebih identik dengan keyboard kompetitif. Sekarang Razer membawanya ke format keypad.

Switch Sudah Dilumasi dan Diklaim Tahan 100 Juta Tekanan

Setiap switch di Tartarus V2 Pro sudah individually lubricated dan dipasang di atas lapisan foam yang cukup padat. Tujuannya bukan cuma membuat feel lebih smooth, tapi juga memperbaiki sound profile.

Razer mengklaim switch ini punya lifespan sampai 100 juta keystroke. Jadi meski fokusnya jelas gaming, mereka juga mencoba mengurangi rasa kosong atau suara keras yang sering muncul di gaming keypad generasi lama.

TMR Thumbstick Anti-Drift

Selain keyboard-style controls, Tartarus V2 Pro membawa full-sized TMR thumbstick. TMR atau Tunnel Magnetoresistance menggunakan pembacaan berbasis medan magnet, jadi tidak memakai potentiometer tradisional yang bisa aus secara fisik.

Keuntungan utamanya adalah resistensi terhadap stick drift. Razer menyebut thumbstick ini diambil dari teknologi controller mereka dan bisa dipakai untuk movement analog, radial menu, atau input lain yang membutuhkan kontrol arah lebih halus.

Ada juga tiga dedicated buttons di sekitar thumbstick yang bisa disesuaikan sesuai kebutuhan. Buat MMO, thumbstick bisa dipakai navigasi atau camera control. Buat game tertentu, analog movement juga bisa terasa lebih natural dibanding WASD digital.

Wrist Rest-nya Bisa Geser dan Diputar

Upgrade ergonomi juga cukup serius. Wrist rest Tartarus V2 Pro tidak dipasang dalam posisi mati. Pengguna bisa menggeser keluar-masuk dan memutarnya ke kiri atau kanan.

Ini penting karena posisi tangan tiap orang beda. Ada yang telapak tangannya lebih lebar, ada yang suka wrist angle lurus, ada juga yang posisi lengannya agak menyamping. Daripada memaksa tangan mengikuti bentuk keypad, Razer mencoba membuat keypad yang menyesuaikan posisi tangan pengguna.

Kalau sering main MMO beberapa jam nonstop, detail seperti ini bisa lebih berharga daripada satu atau dua fitur tambahan.

Polling Rate 8KHz Masuk Gaming Keypad

Tartarus V2 Pro mendukung true 8000 Hz HyperPolling. Artinya, perangkat bisa mengirim input sampai 8.000 kali per detik. Sebagai perbandingan, banyak keyboard standar masih berada di 1.000 Hz. Jadi secara teori, 8KHz bisa mengurangi interval pelaporan input.

Apakah bakal terasa drastis buat semua orang? Belum tentu. Tapi untuk perangkat yang juga punya actuation 0,1 mm dan Rapid Trigger, polling tinggi masuk akal sebagai bagian dari paket latency rendah.

Ada Snap Tap, Snap Flex, dan Dynamic Keystroke

Razer juga memasukkan Advanced Input Control suite ke Tartarus V2 Pro.

Fitur yang disebut termasuk:

  • Razer Snap Tap
  • Razer Snap Flex
  • Dynamic Keystroke

Dynamic Keystroke memungkinkan satu tombol menjalankan beberapa fungsi berdasarkan kedalaman tekanan.

Contohnya, tekanan ringan bisa jalan, lalu tekanan lebih dalam memicu sprint atau command lain. Konsep seperti ini membuka banyak kemungkinan buat game yang punya banyak kontrol. Snap Tap dan Snap Flex lebih fokus ke pengelolaan input cepat dan directional command, terutama buat movement.

Tetap perlu diingat, fitur input tertentu bisa dibatasi atau dilarang di game kompetitif tertentu. Jadi pengguna sebaiknya cek aturan game sebelum mengaktifkannya.

Bisa Simpan 24 Keymap

Lewat Razer Synapse, pengguna bisa membuat hingga 24 configurable keymaps yang tersebar di 3 onboard profiles. Jadi satu Tartarus bisa punya setup terpisah untuk beberapa genre.

Misalnya:

  • Profile 1 buat MMO
  • Profile 2 buat FPS
  • Profile 3 buat productivity atau editing

Karena profile disimpan onboard, setting utama bisa tetap dibawa saat pindah PC tanpa harus mengatur semuanya dari nol.

Actuation Bisa Diubah Tanpa Software

Salah satu fitur praktisnya adalah kemampuan mengubah actuation atau Rapid Trigger langsung dari perangkat.

Tartarus V2 Pro punya onboard LED array yang memberi feedback saat adjustment dilakukan. Jadi pengguna tidak harus terus buka Synapse hanya untuk mengubah sensitivity.

Buat orang yang sering pindah game, ini cukup berguna. Misalnya satu game butuh actuation super pendek, lalu game lain lebih nyaman di setting lebih dalam. Tinggal ubah langsung di perangkat.

PBT Keycap Buat Durabilitas

Razer juga memakai textured doubleshot PBT keycaps. Dibanding ABS standar, PBT umumnya lebih tahan mengilap setelah dipakai lama. Teksturnya juga biasanya terasa lebih kasar dan grip-nya lebih enak.

Buat keypad yang tombolnya sering dipencet ribuan kali dalam sesi panjang, pilihan material ini cukup masuk akal.

Harga Sekitar Rp3,6 Jutaan

Razer Tartarus V2 Pro dijual dengan MSRP:

  • $199.99 USD
  • £199.99 GBP
  • €219.99 EUR

Dengan kurs USD/IDR yang belakangan berada di sekitar Rp18 ribuan per dolar, harga $199.99 setara kira-kira Rp3,6 jutaan. Sementara €219.99 berada di kisaran Rp4,48 jutaan memakai kurs referensi euro terbaru.

Itu tentu baru konversi kasar. Harga Indonesia bisa lebih tinggi karena pajak, ongkir, distribusi, dan margin retailer. Untuk sebuah gaming keypad, jelas ini bukan barang murah.

Kesimpulan

Razer Tartarus V2 Pro terasa seperti versi paling serius dari lini Tartarus sejauh ini.

Ada 31 programmable controls, Analog Optical Switch Gen-2 dengan actuation 0,1–4,0 mm, Rapid Trigger 0,1 mm, polling rate 8KHz, TMR thumbstick anti-drift, wrist rest adjustable, sampai 24 keymap dalam tiga onboard profile.

Yang bikin menarik, produk ini bukan cuma ditujukan buat MMO seperti Tartarus generasi lama. Dengan Rapid Trigger, polling tinggi, analog input, dan kontrol movement yang jauh lebih fleksibel, Razer jelas mencoba menarik gamer FPS dan pemain kompetitif juga.

Masalah utamanya tentu harga. Di kisaran Rp3,6 jutaan sebelum pajak dan distribusi, Tartarus V2 Pro sudah masuk wilayah perangkat niche premium.

Tapi buat gamer yang memang suka keypad, ingin banyak macro, butuh movement analog, dan pengen semua kontrol utama terkumpul di tangan kiri, spesifikasinya memang gila.

Ini bukan sekadar keyboard yang dipotong setengah. Tartarus V2 Pro lebih mirip command center kecil buat tangan kiri.

September 18, 2026
Share on:

Related Articles

Sharkoon Stealthbite: IEM Hybrid yang Sepaket sama DAC USB

Sharkoon Stealthbite: IEM Hybrid yang Sepaket sama DAC USB

Sharkoon resmi meluncurkan Stealthbite, IEM baru yang ditujukan buat gamer, pendengar musik, sampai pengguna yang butuh monitoring sederhana buat cont...

September 17, 2026
Steam Frame Udah Bisa PO, Valve Pakai Sistem Lotre tapi Indo Ga Kebagian

Steam Frame Udah Bisa PO, Valve Pakai Sistem Lotre tapi Indo Ga Kebagian

Valve akhirnya membuka harga dan skema pembelian Steam Frame, headset VR standalone sekaligus streaming yang sekarang sudah siap masuk tahap peluncura...

September 16, 2026
WLMouse Beast X2: Mouse Magnesium 41–48 Gram dengan Receiver Touchscreen

WLMouse Beast X2: Mouse Magnesium 41–48 Gram dengan Receiver Touchscreen

WLMouse resmi memperkenalkan Beast X2, mouse gaming wireless flagship terbaru yang dikembangkan bareng TheShy, salah satu nama besar dari tim esports ...

September 15, 2026
Glorious GMMK: Keyboard 96% Compact dengan Numpad, Hot-Swap, dan Harga Lebih Waras

Glorious GMMK: Keyboard 96% Compact dengan Numpad, Hot-Swap, dan Harga Lebih Waras

Glorious lagi-lagi punya keyboard baru, tapi kali ini arahnya agak beda. Setelah sempat banyak main di area membrane dan Hall effect gaming keyboard, ...

September 14, 2026