Razer Wolverine V4 Pakai Analog Kapasitif dan Polling Rate 8.000 Hz di PC

Razer Wolverine V4 Pakai Analog Kapasitif dan Polling Rate 8.000 Hz di PC

4 min read 0 views

Razer memperkenalkan keluarga Wolverine V4 buat gamer Xbox dan PC yang pengin punya lebih banyak kendali atas input mereka. Diumumkan pada 6 Oktober 2026, lini ini terdiri dari Wolverine V4 Pro dengan koneksi wireless serta Wolverine V4 Tournament Edition yang memakai kabel.

Yang bikin menarik, pembaruannya mencakup sensor analog kapasitif, polling rate hingga 8.000 Hz di PC, dan pengaturan tombol yang cukup fleksibel. Versi Pro juga membawa tombol belakang magnetik yang bisa dilepas, jadi susunan kontrolnya bisa disesuaikan dengan kebiasaan tangan pemain.

Analog Kapasitif Jadi Sorotan

Dalam pengumumannya, Razer menyebut Wolverine V4 memakai sensor kapasitif dengan desain contactless. Razer mengklaim pendekatan ini menawarkan resolusi lebih tinggi, konsumsi daya lebih efisien, dan ketahanan terhadap gangguan magnetik dibanding sensor TMR maupun Hall Effect, sambil mempertahankan karakter tahan drift.

Sensor ini dipasangkan dengan chip ADC 16-bit dan diklaim bisa membaca sekitar 3.000 tingkat gerakan. Tujuannya bikin pergerakan analog lebih halus dan mengurangi jitter, terutama saat pemain melakukan koreksi aim kecil. Angka 16-bit mengacu pada chip konversinya, jadi jangan langsung menyamakannya dengan jumlah posisi analog yang benar-benar terbaca.

Ada detail yang masih perlu diperjelas: bagian utama halaman produk dan siaran pers menyebut sensor kapasitif, sementara bagian FAQ halaman produk masih mencantumkan Hall Effect. Artikel ini mengikuti penjelasan peluncuran Razer, dengan catatan bahwa informasi resminya belum sepenuhnya konsisten.

8.000 Hz Berlaku di PC, Xbox Maksimal 250 Hz

Wolverine V4 mendukung polling rate hingga 250 Hz di Xbox Series X|S. Di PC, batasnya naik sampai 8.000 Hz; versi Pro mendukungnya lewat koneksi kabel maupun wireless, sedangkan Tournament Edition memakai kabel.

Polling rate menunjukkan seberapa sering controller mengirim laporan input. Pada 8.000 Hz, interval teoritis antar laporan mencapai 0,125 milidetik, dibanding 4 milidetik pada 250 Hz. Ini bisa membantu pembacaan gerakan lebih rapat, tetapi ga berarti seluruh proses dari menekan tombol sampai melihat respons di layar selesai dalam waktu yang sama.

Siaran pers Razer mengklaim waktu respons di bawah 1 milidetik, sementara halaman produknya menyebut latensi di bawah 2 milidetik. Karena angka yang dipublikasikan berbeda, performa akhirnya masih perlu dilihat lewat pengujian dengan metode yang jelas.

Tombol Belakang Pro Bisa Diatur Sesuai Grip

Wolverine V4 Pro menyediakan empat tombol belakang magnetik yang bisa dilepas dan dua bumper tambahan untuk claw grip. Enam tombol multifungsi ini bisa dipetakan buat aksi seperti reload, slide, atau mengganti perlengkapan tanpa mengangkat ibu jari dari analog. Pemain juga bisa memilih jumlah tombol belakang yang terpasang sesuai kenyamanan.

Versi Pro punya faceplate magnetik yang bisa diganti tanpa alat serta enam cap analog dalam pilihan pendek cekung, pendek cembung, dan tinggi cekung. Pilihan ini memberi ruang buat menyesuaikan bentuk permukaan analog dengan preferensi gerakan jari. Tournament Edition mengutamakan koneksi kabel dan memakai tombol belakang terintegrasi.

Trigger Pendek buat FPS, Tarikan Penuh buat Balapan

Razer Pro HyperTriggers menawarkan mode klik pendek dan tarikan analog penuh. Mode pendek cocok buat input tembakan, sementara tarikan penuh memberi ruang lebih besar buat mengatur gas atau rem di game balapan. Lewat Synapse, titik aktuasi trigger bisa disesuaikan dalam rentang 1,3–8,2 mm.

Razer juga menyertakan tombol muka mecha-tactile berbahan PBT dan floating D-pad delapan arah. Pengaturan software mencakup empat profil onboard, pemetaan tombol, serta dead zone analog dari 0% sampai 15%. Dead zone menentukan seberapa jauh analog harus bergerak dari posisi tengah sebelum input mulai terbaca.

Harga Belum Dicantumkan dalam Pengumuman

Siaran pers peluncuran belum mencantumkan harga Wolverine V4 Pro maupun Tournament Edition. Harga dan jadwal ketersediaan resmi untuk Indonesia juga belum dijelaskan, jadi belum ada nominal yang bisa dikonversi ke rupiah.

Wolverine V4 membawa banyak opsi buat pemain yang suka menyesuaikan controller dengan game dan grip mereka. Pro menawarkan fleksibilitas wireless dan komponen yang bisa ditukar, sementara Tournament Edition menyediakan pilihan berkabel. Manfaat polling rate tinggi, kenyamanan tombol tambahan, dan konsistensi analognya bakal lebih jelas setelah controller ini diuji langsung.

October 7, 2026
Share on:

Related Articles

Tanchjim Force: IEM Dual Dynamic dengan Suara Lapang dan Kabel DSP Modular

Tanchjim Force: IEM Dual Dynamic dengan Suara Lapang dan Kabel DSP Modular

Tanchjim Force punya dua daya tarik yang langsung membedakannya: desain semi-open dan kabel modular hasil kolaborasi dengan Effect Audio. IEM ini bisa...

October 6, 2026
NACON Revolution 5 Unlimited: Gamepad tapi Punya Layar Canggih

NACON Revolution 5 Unlimited: Gamepad tapi Punya Layar Canggih

NACON memperkenalkan Revolution 5 Unlimited atau R5U, controller premium berlisensi resmi untuk PS5 yang juga bisa dipakai di PC. Selain memakai susun...

October 5, 2026
Rating Usia GTA 6 Menghilang, Sempat Ungkap Dekapitasi dan Sistem Narkoba

Rating Usia GTA 6 Menghilang, Sempat Ungkap Dekapitasi dan Sistem Narkoba

Deskripsi rating usia Grand Theft Auto VI atau GTA 6 menjadi sorotan setelah dilaporkan memuat detail konten dewasa yang belum banyak dibahas sebelumn...

October 4, 2026
1080p vs 1440p untuk Gaming: Mana yang Lebih Worth It?

1080p vs 1440p untuk Gaming: Mana yang Lebih Worth It?

Kalau kamu sedang mencari monitor gaming baru, salah satu pilihan yang paling sering bikin bingung adalah soal resolusi: tetap di 1080p atau naik ke 1...

October 3, 2026