Review Phantom Blade Zero: Combat Kungfu Memikat, Ceritanya Belum Selincah Pedangnya

Review Phantom Blade Zero: Combat Kungfu Memikat, Ceritanya Belum Selincah Pedangnya

6 min read 0 views

Phantom Blade Zero punya tantangan yang cukup berat: membuktikan bahwa pertarungan sekeren trailer-nya juga menyenangkan ketika kontrolnya ada di tangan pemain. Animasi kungfu yang rumit bisa membuat orang berhenti scrolling, tetapi sebuah game action harus punya sesuatu yang lebih untuk mempertahankan perhatian selama puluhan jam.

Berdasarkan ulasan yang terbit menjelang peluncurannya pada 29 Oktober 2026, S-GAME tampaknya berhasil memenuhi bagian terpenting dari janji tersebut. Combat menjadi kekuatan yang paling konsisten dipuji, meskipun sejumlah reviewer mempertanyakan penyampaian cerita, desain eksplorasi, dan kondisi teknisnya. Phantom Blade Zero hadir untuk PC dan PS5. 

Combat yang memberi kalian ruang untuk agresif

Melihat karakter berpakaian gelap, parry, dan boss berbahaya, perbandingan dengan Sekiro memang sulit dihindari. Namun, Phantom Blade Zero punya pendekatan berbeda dalam mengatur pertarungan.

Menurut Push Square, serangan normal, dodge, dan parry tidak menghabiskan meter Sha-Chi. Resource ini dipakai untuk tindakan seperti heavy attack dan menahan serangan. Hasilnya, pemain punya lebih banyak kebebasan untuk terus bergerak dan menyerang, tanpa setiap aksi dibatasi stamina.

Sha-Chi lawan juga menjadi sasaran penting. Mengurasnya membuka kesempatan untuk melancarkan combo dan memberikan damage besar. Jadi, bertahan dan menyerang saling terhubung: membaca serangan musuh membantu kalian menciptakan kesempatan untuk membalas.

Meski demikian, sistem ini tidak selalu terasa presisi bagi semua reviewer. VGC menganggap beberapa rentetan serangan begitu cepat hingga reviewer-nya sesekali berhasil bertahan dengan menekan parry berulang, tanpa benar-benar merasa menguasai timing setiap pukulan. 

Perbedaan tersebut penting buat menentukan ekspektasi. Kalau kalian mengutamakan pertarungan yang cepat, ekspresif, dan penuh pergantian momentum, pendekatan ini terdengar menarik. Kalau kepuasan terbesar kalian datang dari menangkis setiap serangan secara sangat terukur, respons terhadap sistemnya bisa berbeda.

Senjata baru benar-benar mengubah cara bermain

Salah satu alasan combat-nya mendapat pujian bukan sekadar jumlah senjata, melainkan perbedaan fungsi masing-masing.

Shacknews menjelaskan bahwa bahkan beberapa greatsword bisa menawarkan gaya bermain berbeda. Ada yang mengandalkan jangkauan dan serangan lebar, ada yang meninggalkan bunga untuk melemahkan lawan, dan ada yang mengorbankan health demi serangan kuat sebelum memulihkannya lewat serangan berikutnya.

Pilihan seperti ini membuat senjata baru lebih menarik daripada pedang lama dengan angka damage lebih besar. Kalian mendapat alasan untuk mengubah kebiasaan, mencoba combo lain, atau menyesuaikan perlengkapan dengan lawan.

Game ini juga memungkinkan material upgrade dikembalikan untuk dipakai pada senjata lain. GLITCHED menilai sistem tersebut membantu eksperimen karena pemain tidak harus terus memakai satu senjata hanya akibat sudah telanjur berinvestasi banyak resource. 

Buat game yang menjual variasi combat, keputusan ini terasa tepat. Memberikan banyak mainan memang bagus, tetapi membiarkan pemain mencoba semuanya tanpa dihantui penyesalan upgrade jauh lebih penting.

Menantang, tetapi tidak selalu menghukum

Phantom Blade Zero menyediakan pilihan tingkat kesulitan dan checkpoint di antara fase boss. Game Informer menyoroti manfaat checkpoint tersebut: pemain bisa mempelajari fase yang membuat mereka kesulitan tanpa terus mengulang fase sebelumnya. 

Dengan begitu, tantangannya tetap ada, tetapi waktu yang dihabiskan untuk mengulangi bagian yang sudah dikuasai berkurang. Buat kalian yang suka boss fight namun sudah tidak punya banyak waktu untuk mengulang pertarungan panjang, ini bisa menjadi nilai tambah.

Keputusan lain yang lebih memecah pendapat adalah musuh biasa yang tidak kembali muncul setelah dikalahkan. Game Informer menyukainya karena memberikan rasa bahwa tindakan pemain benar-benar mengubah dunia. Sebaliknya, GLITCHED merasa beberapa area menjadi terlalu kosong ketika dikunjungi lagi, justru saat reviewer-nya ingin lebih banyak bertarung memakai perlengkapan baru. 

Keduanya masuk akal. Backtracking jadi lebih praktis, tetapi kesempatan menikmati combat juga berkurang. Seberapa mengganggu hal ini akan bergantung pada apakah kalian ingin segera melanjutkan petualangan atau senang kembali ke area lama untuk mencoba build.

Dunia menarik, eksplorasi punya batas

Identitas “kungfupunk” menjadi daya tarik lain. Lingkungannya memadukan dunia persilatan dengan horor supernatural dan elemen fantasi yang ganjil. Shacknews juga menyoroti soundtrack yang mencampurkan instrumen tradisional dan orkestra dengan sentuhan elektronik serta techno. 

Namun, penilaian terhadap eksplorasinya tidak sepenuhnya seragam. GamesRadar+ memuji jalur sampingan, senjata tersembunyi, dan penggunaan Phantom Edges untuk membuka akses baru. VGC lebih terganggu oleh jalur awal yang linear serta pembatas gerakan, termasuk lokasi yang hanya bisa dipanjat ketika game menyediakan interaksi khusus. 

Jadi, jangan membayangkan kebebasan menjelajah tanpa batas. Daya tarik eksplorasinya lebih banyak datang dari menemukan rahasia di dalam area yang sudah dirancang, termasuk kembali setelah memperoleh alat yang sesuai.

Cerita punya premis kuat, penyampaiannya bermasalah

Soul, sang protagonis, mendapat kesempatan hidup selama 66 hari setelah pengkhianatan yang nyaris mengakhiri hidupnya. Ia harus mencari jawaban dan jalan keluar dari kondisi tersebut. Premisnya memberi tujuan yang jelas, tetapi beberapa reviewer merasa cerita kemudian menjadi sulit diikuti.

Push Square mengkritik flashback yang berpindah-pindah waktu tanpa pengenalan karakter dan konteks yang cukup. Perpindahan tersebut juga dinilai mengganggu pacing. 

Meski begitu, tidak semua orang kehilangan ketertarikan. Shacknews menikmati karakter pendamping dan merasa mereka memberi sisi manusiawi pada Soul yang cenderung pendiam.

Dari perbedaan itu, kelemahannya lebih tepat dibaca sebagai penyampaian yang tidak selalu efektif. Dunia dan karakternya masih bisa menarik, tetapi kalian mungkin perlu lebih sabar menyambungkan informasi. Kalau cerita yang jelas dan hubungan emosional antarkarakter merupakan alasan utama kalian bermain, bagian ini patut diperhitungkan.

Performa PC perlu dilihat bersama setting-nya

Diskusi Reddit memperlihatkan kekhawatiran terhadap kebutuhan GPU, terutama setelah benchmark DSOGaming beredar. Namun, diskusi tersebut banyak merespons hasil pengujian media, sehingga belum bisa dianggap sebagai gambaran pengalaman seluruh pemain saat peluncuran. 

Dalam pengujian DSOGaming, RTX 5090 menghasilkan sekitar 25–27 FPS pada native 4K dengan path tracing dan TSR. Menggunakan DLSS Quality menaikkan hasilnya ke sekitar 54–60 FPS pada konfigurasi yang mereka uji. Konteks ini penting: “RTX 5090 kesulitan mencapai 30 FPS” menggambarkan setting tertentu, bukan semua cara menjalankan game tersebut. 

Persoalannya juga tidak terbatas pada rata-rata FPS. GLITCHED melaporkan stuttering dan frame pacing yang mengganggu di PC, sementara ComputerBase menemukan masalah kualitas gambar pada beberapa teknologi rekonstruksi serta menilai versi PC masih membutuhkan perbaikan. 

Untuk game yang mengandalkan reaksi cepat, kestabilan gerakan layak diprioritaskan saat memilih setting. Lampu yang lebih realistis memang bagus, tetapi kalian tetap perlu melihat kapan pedang lawan sampai ke kepala.

Layak masuk daftar main?

Berdasarkan sumber-sumber tersebut, Phantom Blade Zero paling menarik buat kalian yang mencari combat cepat, variasi senjata yang berarti, dan boss fight dengan koreografi kuat. Pilihan difficulty dan checkpoint antarfase juga membuatnya lebih fleksibel untuk dinikmati.

Sebaliknya, ceritanya belum mendapat pujian yang sama konsisten, kebebasan eksplorasinya terbatas, dan laporan teknis PC masih beragam. Buat pemain PC, benchmark dengan hardware serta setting yang mendekati perangkat kalian akan lebih berguna daripada sekadar melihat skor review.

October 29, 2026
Share on:

Related Articles

Konten Discord Bakal Bisa Dicari lewat Google, Mulai dari Server Publik

Konten Discord Bakal Bisa Dicari lewat Google, Mulai dari Server Publik

Pernah cari solusi error game, lalu jawabannya ternyata ada di server Discord yang belum kalian ikuti? Kalian harus join dulu, cari channel yang tepat...

October 28, 2026
Mod GPU Unlock Bikin RTX 30 Lebih Kencang Bahkan Hingga 60%

Mod GPU Unlock Bikin RTX 30 Lebih Kencang Bahkan Hingga 60%

Buat kalian yang masih pakai GeForce RTX 30 buat menjalankan AI lokal, ternyata masih ada performa yang bisa digali dari GPU generasi Ampere ini. Proy...

October 27, 2026
Vantex V1: Keyboard Mechanical Ergonomis dengan Trackpad di Tengah

Vantex V1: Keyboard Mechanical Ergonomis dengan Trackpad di Tengah

Vantex ngenalin V1, keyboard mechanical yang menggabungkan layout ergonomis dan trackpad dalam satu bodi aluminium. Bentuknya cukup berbeda dari keybo...

October 26, 2026
Philips Evnia 36M4C5500P: Monitor Gaming Ultrawide 36 Inci Pertama di Dunia?

Philips Evnia 36M4C5500P: Monitor Gaming Ultrawide 36 Inci Pertama di Dunia?

Philips ngenalin Evnia 36M4C5500P, monitor gaming ultrawide yang mereka klaim sebagai monitor gaming 36 inci pertama di dunia. Ukurannya sedikit lebih...

October 25, 2026