
Review Pragmata: Sci-Fi Action “Old School” Rasa Next-Gen dari Capcom
Kalau lo lagi kangen game single-player yang simpel tapi nagih, Pragmata dari Capcom ini bisa jadi jawaban.
Game ini termasuk langka sekarang, karena… ini IP baru. Bukan remake, bukan sequel, bukan reboot. Bener-bener ide fresh. Dan vibe-nya? Kayak game era Xbox 360 / PS3, tapi dibungkus teknologi modern.
Dan jujur aja… ini tipe game yang bisa dibilang: “video game banget...”
Setup Cerita: Bulan, Robot, dan Misteri
Lo main sebagai Hugh, teknisi luar angkasa yang dikirim ke bulan.
Masalahnya:
- Base di bulan kosong
- Ada teknologi misterius buat “print” apapun
- Tiba-tiba… robot pembunuh muncul semua
Di tengah chaos itu, lo ketemu android kecil bernama Diana.
Dari situ, perjalanan lo berdua dimulai buat cari jawaban dan kabur hidup-hidup.
Gameplay: Shooter + Hacking yang Bikin Unik
Secara basic, ini third-person shooter:
- Aim → tembak musuh
- Cari weak point
- Dodge + movement aktif
Tapi twist-nya ada di hacking system.
Setiap musuh punya shield.
Buat ngebuka, lo harus:
- Aim ke musuh
- Main mini-game hacking di layar
- Buka shield → baru bisa damage
Yang bikin seru:
- Bisa pilih jalur hacking buat efek tambahan:
- Tambah damage
- Freeze musuh
- Stun
- Overheat buat finisher
Awalnya keliatan gimmick…
Tapi ternyata makin lama makin dalam dan strategis.
Movement: Berat Tapi Lincah
Karakter Hugh itu:
- Berat kayak tank
- Tapi punya thruster
Jadi lo bisa:
- Dash di udara
- Hover
- Dodge cepat
Feel-nya surprisingly smooth dan satisfying.
Combat & Weapon: Harus Pinter, Ga Bisa Asal Spray
- Ammo terbatas
- Weapon terbatas
- Harus mikir kapan pakai apa
Ada:
- Shotgun
- Rocket launcher
- Trap weapon
- Defensive tools (shield, drone, decoy)
Singkatnya, combat jadi lebih taktis, bukan cuma tembak-tembakan chaos.
Enemy Variety: Ga Bikin Bosen
Ini salah satu highlight:
- Awal: robot basic
- Mid: robot makin aneh
- Late: ninja robot, mech gede, dll
Game ini pinter banget buat selalu kasih musuh baru + mekanik baru. Jadi ga berasa repetitif.
Progression: Simpel Tapi Nagih
Game-nya linear, tapi:
- Banyak hidden area
- Challenge room
- Bisa backtrack
Upgrade system:
- Upgrade armor & weapon
- Upgrade hacking Diana
- Custom node hacking
- Unlock skill kayak perfect dodge (slow motion)
Ada juga sistem unik kayak:
- “Bingo card” reward system (semi parody battle pass)

Base & Story: Simple Tapi Charming
Base lo bakal berkembang seiring progress:
- Awalnya kosong
- Lama-lama jadi “hidup”
Ada juga elemen lucu:
- Lo ngumpulin item buat ngajarin Diana tentang Bumi
- Base berubah jadi kayak playroom
Relationship Hugh & Diana: Simple, wholesome, surprisingly ngena.
Durasi & Konten
- Main story: ±12 jam
- Bisa lebih lama kalau:
- Explore semua area
- Selesaiin challenge
- 100% progress

Kesimpulan: Game Simpel yang Justru Segar
Pragmata bukan game revolusioner. Tapi justru itu poinnya.
Ini game:
- Ga ribet
- Ga overambitious
- Tapi solid banget di semua aspek
Cocok buat lo yang:
- Kangen game single-player klasik
- Suka sci-fi
- Mau gameplay unik tapi ga ribet
Intinya: ini game yang “cuma seru”… dan itu udah cukup banget.
Related Articles

Wallhack M-001: Mouse Magnesium 53 Gram dengan Spek Premium
Wallhack akhirnya membuka detail lengkap untuk M-001, mouse gaming wireless baru yang sebelumnya sudah sempat digoda cukup lama. Sekarang, kita sudah ...

Wooting 80HE+: Split Spacebar, FR4 Plate, dan Knob Jumbo
Wooting akhirnya resmi memperkenalkan 80HE+, versi upgrade dari keyboard gaming TKL 80HE yang sebelumnya sudah cukup populer di kalangan gamer kompeti...

Semua Info yang Perlu Kamu Tahu Soal Zelda: Ocarina of Time Remake
Nintendo akhirnya membuka detail besar untuk The Legend of Zelda: Ocarina of Time versi Nintendo Switch 2. Setelah lama jadi bahan rumor, remake dari ...

Razer Clio X: Speaker Wireless Tapi Bantal Kursi Gaming
Razer datang dengan aksesori audio gaming yang cukup unik di PAX West 2026. Namanya Razer Clio X, sebuah speaker cushion wireless yang dipasang di bag...