Roblox Dilarang di Banyak Negara, dari Rusia sampai Timur Tengah

Roblox Dilarang di Banyak Negara, dari Rusia sampai Timur Tengah

4 min read 265 views

Roblox selama ini dikenal sebagai platform game yang super populer, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Tapi belakangan, nama Roblox justru sering muncul bukan karena game baru atau update seru, melainkan karena… diblokir. Yup, bukan cuma satu negara, tapi banyak. Dari Rusia sampai negara-negara Teluk di Timur Tengah.

Dan yang paling menarik: di Rusia, pemblokiran Roblox ini sampai bikin orang turun ke jalan.

Rusia Blokir Roblox, Warga Protes di Tengah Cuaca Ekstrem

Awal bulan ini, pemerintah Rusia resmi melarang Roblox. Alasannya terdengar “klasik”: konten tidak pantas yang dianggap bisa merusak perkembangan moral dan spiritual anak-anak, termasuk tudingan adanya “propaganda LGBT”. Terjemahan bebasnya? Pengakuan bahwa kelompok LGBTQ+ itu ada.

Larangan ini langsung memicu reaksi di kota Tomsk, sebuah kota di Rusia tengah dengan populasi sekitar 550 ribu orang. Meski cuaca dingin dan risiko tekanan dari aparat cukup tinggi, puluhan orang tetap turun ke jalan. Mereka membawa poster dengan pesan seperti “Hands off Roblox” dan “Roblox adalah korban Tirai Besi Digital”.

Mungkin slogan-nya terdengar agak kaku, tapi pesannya jelas: ini bukan cuma soal game, tapi soal sensor dan kebebasan digital.

VPN vs Pemblokiran: Debat Lama yang Muncul Lagi

Larangan Roblox juga memicu diskusi soal efektivitas pemblokiran platform digital. Banyak orang mempertanyakan, seberapa berguna blokir seperti ini kalau bisa dengan mudah ditembus pakai VPN?

Di sisi lain, kritik terhadap Roblox sendiri sebenarnya bukan hal baru. Platform ini memang punya sejarah panjang soal isu keamanan anak, mulai dari predator online sampai konten buatan pengguna yang sulit diawasi sepenuhnya.

Roblox sudah mencoba menjawab kritik itu lewat berbagai program keamanan, apalagi setelah digugat oleh beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Tapi kadang pernyataan internal mereka justru bikin geleng-geleng kepala. CEO Roblox, David Baszucki, sempat menyebut kehadiran predator di platform sebagai “bukan hanya masalah, tapi juga peluang”, dan bahkan pernah antusias membahas kemungkinan fitur prediction market alias unsur judi di Roblox. Ya… tidak semua orang siap dengan ide itu.

Ribuan Surat dari Anak-Anak Rusia

Walau protes di Tomsk kemungkinan besar tidak akan langsung mengubah kebijakan pemerintah, penolakan terhadap larangan Roblox ternyata jauh lebih luas. Menurut laporan media Rusia, Yekaterina Mizulina—tokoh pro sensor internet—mengaku menerima sekitar 63 ribu surat dari anak-anak terkait pemblokiran Roblox.

Yang bikin merinding, sekitar setengah dari surat itu berisi keinginan untuk meninggalkan Rusia karena Roblox diblokir. Juru bicara Kremlin juga mengonfirmasi bahwa pemerintah menerima “banyak” surat, meski tidak dijelaskan apakah isinya mendukung atau menentang kebijakan tersebut.

Bukan Cuma Rusia: Timur Tengah Ikut Mengetatkan Roblox

Rusia bukan satu-satunya. Sepanjang 2025, beberapa negara Timur Tengah juga mengambil langkah serupa, dengan alasan utama: keamanan anak dan perlindungan nilai sosial.

Irak, pada Oktober 2025, resmi melarang Roblox. Pemerintah menilai fitur komunikasi langsung antar pengguna berpotensi membuka jalan bagi eksploitasi dan pemerasan anak. Kontennya juga dianggap tidak sejalan dengan nilai sosial dan tradisi setempat.

Kementerian Komunikasi Irak menyebut keputusan ini diambil setelah studi dan pemantauan lapangan yang menemukan risiko keamanan, sosial, dan perilaku dari penggunaan Roblox.

Negara Teluk: Tidak Semua Blokir Total

Di kawasan Teluk, pendekatannya sedikit berbeda.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memilih jalur pembatasan ketimbang pelarangan penuh. Di Arab Saudi, regulator memerintahkan Roblox untuk menonaktifkan fitur chat teks dan suara sementara waktu, sekaligus meningkatkan moderasi konten, khususnya dalam bahasa Arab.

Roblox menyatakan patuh dan berkomitmen memperkuat moderasi serta pengawasan konten sesuai regulasi setempat. Ini cukup penting, mengingat Roblox adalah game mobile kedua paling banyak diunduh di Arab Saudi menurut laporan 2024.

Di Uni Emirat Arab, fokusnya ada pada perlindungan pengguna usia muda. Beberapa fitur komunikasi dinonaktifkan sementara, parental control diperkuat, dan sistem moderasi konten berbahasa Arab ditingkatkan.

Sementara itu, Kuwait, Qatar, dan Oman mengambil langkah lebih tegas. Kuwait memblokir Roblox dengan alasan praktik tidak aman, eksploitasi online, hingga sistem pembelian dalam game yang dianggap berisiko. Qatar dan Oman juga melarang Roblox demi melindungi anak dan remaja dari konten serta interaksi yang dinilai bermasalah.

Roblox di Tengah Tarik-Menarik Regulasi Global

Dari semua kasus ini, satu hal jadi jelas: Roblox bukan sekadar platform game lagi. Ia sudah berubah menjadi ruang sosial digital yang sangat besar, dan itu membuatnya masuk radar pemerintah di banyak negara.

Di satu sisi, kekhawatiran soal keamanan anak memang nyata dan valid. Di sisi lain, pemblokiran total sering kali membuka pertanyaan lebih besar: apakah ini soal perlindungan, atau kontrol?

Protes di Rusia, pembatasan di Timur Tengah, dan ribuan surat dari anak-anak menunjukkan bahwa bagi generasi muda, platform seperti Roblox bukan cuma hiburan. Ia adalah ruang berekspresi, bersosialisasi, dan—dalam beberapa kasus—alasan kenapa mereka merasa terhubung dengan dunia luar.

Dan sepertinya, perdebatan soal Roblox ini masih akan panjang.

December 16, 2025
Share on:

Related Articles

Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?

Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?

Kalau melihat gaming mouse keluaran beberapa tahun terakhir, optical switch semakin sering digunakan, terutama pada tombol utama kiri dan kanan.Razer ...

October 23, 2026
The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare

The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare

Kabar buruk buat penggemar Mass Effect dan Dragon Age. EA resmi mengumumkan penutupan BioWare sekaligus menghentikan development game Mass Effect beri...

October 22, 2026
Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan

Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan

Keychron ngenalin J3 SE, keyboard mechanical wireless dengan pilihan warna Pink dan Pink Blue. Kombinasi warnanya terasa lebih ceria, cocok buat kalia...

October 21, 2026
ASUS ROG Strix XG27ACNS: Monitor Gaming 3 Mode dengan Refresh Rate sampai 920Hz

ASUS ROG Strix XG27ACNS: Monitor Gaming 3 Mode dengan Refresh Rate sampai 920Hz

ASUS ngenalin ROG Strix XG27ACNS, monitor gaming 27 inci dengan fitur Triple Mode. Kalian bisa memilih QHD pada 475 Hz, Full HD pada 620 Hz, atau HD h...

October 20, 2026