Rusia Blokir Roblox, Dituduh “Propaganda LGBT”

Rusia Blokir Roblox, Dituduh “Propaganda LGBT”

3 min read 219 views

Rusia kembali bikin heboh dunia gaming. Kali ini, Roblox jadi korban terbaru setelah pemerintah setempat resmi memblokir akses game itu dengan alasan berisi “propaganda LGBT”. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Roskomnadzor, badan pengawas komunikasi Rusia, dalam laporan yang dikutip oleh Reuters.

Langkah ini membuat jutaan pemain di Rusia tiba-tiba kehilangan akses ke salah satu platform game terbesar di dunia — platform yang punya lebih dari 151 juta pengguna aktif harian dan dipenuhi berbagai game buatan komunitas.

Kenapa Roblox Diblokir?

Dalam pernyataannya, Roskomnadzor menegaskan bahwa Roblox dianggap “penuh konten tidak pantas yang bisa berdampak buruk pada perkembangan spiritual dan moral anak-anak”.

Masalahnya, mereka tidak secara spesifik menyebut game atau konten mana yang dianggap bermasalah. Roblox sendiri punya ribuan game komunitas, mulai dari yang wholesome kayak Grow a Garden sampai yang absurd kayak Steal a Brainrot (yang entah kenapa selalu rame).

Tapi satu hal yang jelas: Rusia semakin ketat terhadap segala bentuk konten yang menyinggung LGBT. Sejak 2013, mereka punya Undang-Undang “Perlindungan Anak dari Informasi yang Menyangkal Nilai-Nilai Keluarga Tradisional”, yang pada dasarnya bisa menandai hampir semua konten LGBT sebagai pelanggaran.

Respons dari Pihak Roblox

Pihak Roblox angkat bicara lewat pernyataan resmi ke Reuters. Mereka menekankan bahwa:

  • Mereka selalu menghormati hukum setiap negara tempat mereka beroperasi.
  • Roblox dibuat sebagai ruang aman untuk belajar, berkreasi, dan terhubung dengan orang lain.
  • Mereka punya sistem keamanan proaktif untuk mencegah konten berbahaya.

Roblox memang lagi serius-seriusnya memperbaiki sisi keamanan platform mereka, apalagi karena mayoritas pemainnya masih di bawah 18 tahun.

Bukan Negara Pertama yang Memblokir Roblox

Rusia bukan pionir dalam hal ini. Sebelumnya, Iraq dan Turki juga memblokir Roblox, tapi alasannya lebih ke keamanan anak, bukan urusan propaganda. Dalam beberapa kasus, ada laporan soal grooming dan kontak tidak pantas dari orang dewasa ke pemain anak-anak.

Karena itu, sepanjang tahun 2024–2025, Roblox ngebut nambah fitur perlindungan pengguna. Salah satunya yang paling kontroversial: verifikasi usia lewat pemindaian wajah untuk bisa menggunakan fitur chat. Tujuannya biar komunikasi antara anak di bawah umur dan orang dewasa bisa diminimalisir.

Langkah ini muncul berbarengan dengan makin banyaknya sorotan hukum ke Roblox. Contohnya, Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, baru-baru ini melayangkan gugatan yang menuduh Roblox “menipu orang tua” dan “mengabaikan hukum keselamatan anak”.

Penutup: Efeknya Apa?

Buat pemain di Rusia, keputusan ini jelas bikin sedih — terutama mengingat Roblox bukan cuma platform game, tapi juga tempat banyak anak belajar coding sederhana, bikin proyek kreatif, bahkan cari teman.

Buat dunia gaming, kejadian ini nunjukkin satu hal: kebebasan berkarya di platform besar makin gampang berbenturan dengan regulasi negara. Dan di kasus Roblox, benturannya makin besar karena penggunanya kebanyakan anak-anak.

Apakah Roblox bakal balik lagi ke Rusia? Masih belum jelas. Tapi yang pasti, drama antara platform digital dan aturan negara kayaknya bakal makin sering kita lihat ke depannya.

December 4, 2025
Share on:

Related Articles

Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?

Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?

Kalau melihat gaming mouse keluaran beberapa tahun terakhir, optical switch semakin sering digunakan, terutama pada tombol utama kiri dan kanan.Razer ...

October 23, 2026
The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare

The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare

Kabar buruk buat penggemar Mass Effect dan Dragon Age. EA resmi mengumumkan penutupan BioWare sekaligus menghentikan development game Mass Effect beri...

October 22, 2026
Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan

Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan

Keychron ngenalin J3 SE, keyboard mechanical wireless dengan pilihan warna Pink dan Pink Blue. Kombinasi warnanya terasa lebih ceria, cocok buat kalia...

October 21, 2026
ASUS ROG Strix XG27ACNS: Monitor Gaming 3 Mode dengan Refresh Rate sampai 920Hz

ASUS ROG Strix XG27ACNS: Monitor Gaming 3 Mode dengan Refresh Rate sampai 920Hz

ASUS ngenalin ROG Strix XG27ACNS, monitor gaming 27 inci dengan fitur Triple Mode. Kalian bisa memilih QHD pada 475 Hz, Full HD pada 620 Hz, atau HD h...

October 20, 2026