
Scyrox V12: Bodi Transparan dengan Dua Ukuran, dan Polling Rate 8.000 Hz
Scyrox menambah pilihan mouse gaming ringan lewat V12M dan V12L. Keduanya mengusung desain simetris dengan bodi transparan frosted, komponen kelas atas, serta dua ukuran untuk menyesuaikan genggaman pemain.
Pilihan warnanya juga cukup berani: oranye, ungu, dan merah, dengan rangka berwarna yang terlihat samar dari balik casing. Di tengah banyaknya mouse gaming hitam atau putih, V12 menawarkan tampilan yang lebih mencolok tanpa harus memakai desain berlubang. Toko resmi Scyrox sudah mencantumkan seri ini dengan harga mulai US$74,99 alias sekitar Rp1,3 jutaan (harga konversi, bukan harga jual di Indonesia).
V12M dan V12L: pilih berdasarkan genggaman
Kedua model memakai bentuk dasar yang sama, dengan punggung di sekitar bagian tengah serta bagian depan dan belakang yang sedikit melebar. V12M memiliki panjang sekitar 122 mm, sementara V12L mendekati 126 mm dan punya punggung lebih tinggi.
Informasi awal menyebut bobot 49 gram untuk V12M dan 51 gram untuk V12L. Namun, informasi produk yang lebih baru mencantumkan 50 ±3 gram dan 52 ±3 gram. Angka lebarnya juga berbeda antarsumber, sehingga dimensi lengkapnya masih perlu diperhatikan saat memilih varian.
Secara praktis, selisih bobot sekitar dua gram bukan alasan utama untuk memilih M atau L. Ukuran bodi dan posisi punggungnya akan lebih menentukan bagaimana mouse mengisi telapak tangan serta seberapa leluasa jari kalian bergerak.
Scyrox merekomendasikan V12M untuk panjang tangan hingga sekitar 190 mm. Anggap ini sebagai panduan awal, karena panjang tangan saja belum menggambarkan kecocokan grip. Kalian yang memakai claw grip bisa menginginkan ruang gerak jari berbeda dari pemain yang menempelkan hampir seluruh telapak dengan palm grip.

Sensor PAW Next I dan switch optikal Kailh
Di balik casing transparannya, seri V12 membawa sensor PixArt PAW Next I, MCU Nordic nRF54H20, serta switch optikal Kailh. Polling rate-nya mencapai 8.000 Hz, dengan koneksi wireless 2,4 GHz dan baterai 250 mAh pada kedua ukuran.
Switch klik utamanya diklaim memiliki ketahanan hingga 100 juta klik. Scyrox juga menggunakan encoder magnetik untuk scroll wheel. Kombinasi tersebut membuat spesifikasinya menarik, tetapi karakter klik, ketegasan langkah scroll, dan konsistensi tracking tetap perlu dinilai lewat pemakaian langsung.
Polling rate 8.000 Hz memungkinkan mouse mengirim laporan input lebih sering ke PC. Namun, manfaat yang terasa tetap bergantung pada sistem, game, dan refresh rate monitor yang kalian gunakan. Mouse dengan angka tinggi tetap perlu bentuk yang pas; sensor canggih juga tidak bisa membujuk telapak tangan supaya nyaman.
Untuk baterai, belum ada klaim durasi penggunaan dalam bahan peluncurannya. Kapasitas 250 mAh saja belum cukup untuk memperkirakan berapa hari mouse bisa bertahan, terutama kalau kalian berencana memakai polling rate tertinggi.
Receiver Halo membawa indikator RGB
Selain tampilan mouse, Scyrox memperkenalkan Halo Interactive receiver dengan pencahayaan RGB yang bisa menyampaikan informasi penggunaan. Mode lampunya mencakup indikator baterai, DPI, aktivitas tracking, hingga efek yang mengikuti klik mouse.
Fungsi indikator baterai paling mudah dibayangkan manfaatnya: kalian bisa melihat kondisi daya tanpa harus membuka software. Sementara itu, efek tracking dan klik lebih berfungsi sebagai tambahan visual di meja.
Listing terbaru juga membedakan versi reguler dan Ultra. Informasi produk terbaru menyebut versi reguler membawa dongle 8K, sedangkan Ultra menyertakan basis pengisian yang sekaligus berfungsi sebagai receiver. Jadi, isi paketnya perlu diperhatikan agar kalian tidak menganggap semua varian mendapatkan aksesori yang sama.
Untuk pengaturan, halaman dukungan resmi mengarahkan pengguna V12 ke S-Center 2.0, web driver yang berbeda dari S-Center untuk V6 dan V8. Pengguna bisa mengatur tombol, DPI, polling rate, lift-off distance, dan sudut sensor melalui software berbasis browser tersebut.

Harga mulai sekitar Rp1,36 juta
Meski informasi peluncuran awal menyebut harga mulai US$79,99, toko resmi kini menampilkan US$74,99 untuk varian dasar. Sementara itu, versi Ultra dilaporkan berada di US$79,99 untuk sejumlah pilihan warna.
| Varian | Harga dolar AS | Perkiraan rupiah |
|---|---|---|
| V12 reguler | Mulai US$74,99 | Sekitar Rp1,36 juta |
| V12 Ultra | US$79,99 pada sejumlah varian | Sekitar Rp1,45 juta |
Konversi memakai kurs sekitar Rp18.138 per dolar AS pada 2 November 2026. Angka tersebut bukan harga resmi Indonesia dan belum mencakup ongkir maupun biaya impor.
Seri V12 dijadwalkan mulai tersedia pada 2 November, tetapi listing yang diperiksa masih menampilkan status stok habis. Karena itu, jadwal peluncuran belum berarti semua kombinasi ukuran, warna, dan paket langsung bisa dipesan.
Buat kalian yang tertarik, dua ukuran menjadi daya tarik paling berguna dari seri ini. Kalian bisa memilih bodi yang lebih cocok tanpa harus pindah ke model dengan komponen berbeda. Setelah menentukan M atau L, barulah pertimbangkan apakah aksesori versi Ultra memang akan sering dipakai.
Related Articles

FGG Madlions M3 Series: Mouse Gaming Carbon Fiber Murah Meriah!
Mouse gaming dengan tampilan carbon fiber tidak selalu harus mahal. FGG Madlions M3 Series hadir di GOODGAMINGSHOP dengan harga mulai Rp280.000, memba...

ATK Kenalkan RS8 Air dan Neo, Keyboard Aluminium Mulai Sekitar Rp1 Jutaan
ATK kembali menambah pilihan keyboard gaming dengan harga yang relatif terjangkau lewat RS8 Air dan RS8 Neo. Keduanya membawa bodi aluminium dan layou...

Review Phantom Blade Zero: Combat Kungfu Memikat, Ceritanya Belum Selincah Pedangnya
Phantom Blade Zero punya tantangan yang cukup berat: membuktikan bahwa pertarungan sekeren trailer-nya juga menyenangkan ketika kontrolnya ada di tang...

Konten Discord Bakal Bisa Dicari lewat Google, Mulai dari Server Publik
Pernah cari solusi error game, lalu jawabannya ternyata ada di server Discord yang belum kalian ikuti? Kalian harus join dulu, cari channel yang tepat...