
State of Play Februari 2026: Semua Detil Penting Buat Dicatet
Kalau tadi malam kalian ngerasa timeline penuh trailer dan notifikasi pre-order, itu bukan halusinasi. State of Play Februari 2026 literally gaspol lebih dari satu jam, isinya padat, nggak ada filler. Dari game baru, update gede, demo dadakan, sampai kejutan yang bikin fanboy teriak tengah malam.
Dan ya… kita harus ngomongin God of War dulu. Tapi sabar. Kita bahas pelan-pelan biar dramanya dapet.
007 First Light – Bond Versi Origin Story
IO Interactive (yang kita kenal dari Hitman) akhirnya kasih story trailer baru buat 007 First Light.
Game ini ngebahas awal mula James Bond sebelum jadi agen 00 yang kita kenal. Setting-nya di Islandia, Bond masuk radar MI6, dan harus kerja bareng mantan agen 00 buat ngejar 009 yang rogue.
Vibes-nya? Cinematic banget. Kalau eksekusinya sekeren Hitman, ini bisa jadi Bond game terbaik dalam satu dekade.
4: Loop – Co-op Shooter yang Mau Bikin Kita Toxic ke Temen
Dari Bad Robot Games, 4: Loop fokus ke 4-player co-op shooter dengan gameplay loop yang katanya dalam banget.
Ada sistem mekanik unik dan bakal ada masa beta. Jadi siap-siap, ini tipe game yang bikin kita bilang, “Tenang bro, ini salah lag bukan salah kita.”
Beast of Reincarnation – Action RPG + Anjing Setia
Beast of Reincarnation kelihatan unik banget. Setting Jepang masa depan yang hancur, kita main sebagai Emma dan partner anjingnya, Koo.
Combat-nya real-time sword action, tapi Koo dikontrol pakai sistem command kayak turn-based. Kombinasi aneh? Iya. Menarik? Banget.
Rilis 4 Agustus di PS5.
Castlevania: Belmont’s Curse – Aura Gothic Naik Level
Seri legendaris ini akhirnya balik lewat Castlevania: Belmont’s Curse. Dan bukan cuma sekadar nostalgia cash-grab.
Yang bikin menarik, development-nya digarap bareng oleh Konami, Evil Empire, dan Motion Twin. Kombinasi ini bikin banyak orang langsung mikir: “Oke, ini serius.”
Game ini tetap 2D action-exploration, tapi dengan art style baru yang lebih modern dan fluid. Senjata klasik seperti whip tetap ada, tapi ditambah weapon dan ability baru.
Kalau eksekusinya rapi, ini bisa jadi kebangkitan Castlevania yang udah lama kita tunggu.
Control Resonant – Manhattan Rusak, Kita Dikasih Kekuatan
Dari Remedy datang Control Resonant, yang kelihatannya makin liar dari pendahulunya.
Manhattan di game ini berubah karena fenomena supernatural. Gravity anomaly, distorsi realita, musuh yang nggak jelas asal-usulnya — semua hadir buat bikin kita ngerasa kecil di dunia yang chaos.
Yang paling keren? Shapeshifting weapon. Senjata bisa berubah bentuk sesuai kebutuhan dan gaya main. Jadi bukan cuma tembak-tembakan biasa, tapi taktis dan adaptif.
Kalau kalian suka vibe misterius + lore berat + kekuatan supernatural, ini wajib masuk wishlist.
Crimson Moon – Angel, Demon, dan Kota Penuh Iblis
Crimson Moon bawa kita ke dunia gothic penuh malaikat, iblis, dan dewa kuno.
Ini action-adventure RPG yang bisa dimainkan solo atau co-op. Tapi kalau main bareng, tingkat kesulitannya naik dinamis. Komposisi musuh berubah, intensitas naik, jadi nggak ada istilah carry santai.
Konsepnya simpel tapi efektif: purge the darkness, reclaim the city.
Kalau kalian suka aesthetic gelap + combat intens + opsi main bareng temen, ini bisa jadi sleeper hit 2026.
Silent Hill: Townfall – Horor Lama, Pendekatan Baru
Franchise horor ini nggak pernah benar-benar mati. Sekarang lewat Silent Hill: Townfall, kita dapet pendekatan baru.
Game ini pakai perspektif first-person dan ngenalin perangkat CRT portable yang jadi alat penting buat eksplorasi dan puzzle.
Ada kota baru, musuh baru, misteri baru. Tapi tetap dengan tema klasik: trauma, kehilangan, dan rasa bersalah yang bikin kepala nggak tenang.
Kalau kalian tipe gamer yang lebih takut sama suara radio statis daripada jumpscare murahan, Townfall kelihatannya ngerti banget cara bikin merinding.
DARWIN’S PARADOX – Gurita Taktikal yang Terlalu Cerdas
Siapa sangka, salah satu highlight paling nyeleneh di State of Play datang dari gurita.
Darwin’s Paradox resmi rilis 2 April, dan yang lebih gila lagi: demo-nya drop besok. Tapi bukan demo biasa. Kontennya terinspirasi langsung dari vibe stealth ala Metal Gear.
Konsepnya disebut “Tactical Octopus Action.” Jadi ya… stealth, infiltrasi, tapi kita pakai tentakel.
Kalau kalian suka game yang absurd tapi serius di mekanik, ini bisa jadi cult favorite. Dan honestly, main sebagai gurita yang licik itu terlalu unik buat dilewatkan.
God of War – Remake Trilogy + Sons of Sparta Langsung Drop
Dua pengumuman gede dari Santa Monica Studio nutup State of Play dengan cara yang nggak main-main.
Pertama: remake trilogi God of War era Yunani resmi dalam tahap early development.
Kita ngomongin God of War 1, 2, dan 3 versi modern. Visual generasi sekarang, kemungkinan combat refinement, dan potensi narasi yang dipoles ulang. Ini nostalgia level Olympus.
Buat gamer lama, ini perjalanan balik ke masa Kratos masih full rage mode, sebelum jadi bapak-bapak bijak di era Norse.
Tapi belum selesai.
Kedua: mereka kerja sama dengan Mega Cat Studios buat bikin God of War Sons of Sparta.
Ini 2D action platformer. Dan bukan teaser. Bukan coming soon.
Langsung tersedia hari ini di PS5.
Plot twist paling licik malam itu.
Konsepnya lebih arcade, lebih cepat, lebih klasik. Tapi tetap bawa DNA brutal khas Kratos. Jadi ini semacam jembatan antara nostalgia Yunani dan eksperimen baru.
Dead or Alive 6 Last Round – Comeback Pukul-Pukulan
Game fighting klasik ini balik lewat Dead or Alive 6 Last Round, rilis 25 Juni di PS5.
Versi ini jadi edisi definitif dari rilisan 2019, hadir dalam dua versi: standar dan free-to-play. Versi gratisnya kasih 4 fighter dari total 29 karakter.
Dan yang bikin fan lama makin hype: Team Ninja konfirmasi mereka lagi ngerjain entri baru di seri ini.
Artinya? Ini bukan cuma nostalgia. Ini pemanasan.
Death Stranding 2: On the Beach – Dunia Sepi, Beban Berat
Yes, kita ngomongin Death Stranding 2: On the Beach.
Versi PC rilis 19 Maret dan pre-purchase sudah buka. Yang menarik, fitur dan mode baru yang hadir di PC juga bakal masuk ke PS5 lewat update di hari yang sama.
Belum semua detail dibuka, tapi satu hal pasti: ini tetap game yang bakal bikin kita jalan jauh sambil mikir tentang eksistensi hidup.
Kalau kalian tipe gamer yang suka pengalaman atmosferik dan aneh tapi meaningful, Kojima masih masak sesuatu yang berat.
Ghost of Yōtei Legends – Update Co-op yang Serius
Tanggal 10 Maret, Ghost of Yōtei Legends resmi rilis sebagai bagian dari update 1.5.
Ini update multiplayer co-op dengan kelas karakter berbeda, tiga tipe misi, dan Raid yang dijanjikan hadir beberapa bulan setelahnya.
Artinya? Bukan cuma mode tambahan asal ada. Ini konten serius.
Kalau kalian suka main bareng squad dengan role jelas dan grind kosmetik biar makin stylish, ini bisa jadi alasan balik lagi ke game-nya.
John Wick – Baba Yaga Jadi Playable (Akhirnya)
Yes, ini bukan sekadar adaptasi asal jadi.
Game baru John Wick lagi digarap bareng kreator filmnya langsung. Fokusnya? Cinematic gun-fu, combat brutal, dan driving sequence intens.
Belum ada tanggal rilis resmi atau judul final, tapi janji mereka jelas: semua elemen khas film bakal masuk — kamera stylish, environment bold, dan koreografi tembak-tembakan yang bikin kita ngerasa terlalu keren buat dunia ini.
Kalau ini dieksekusi dengan serius, bisa jadi sleeper hit action tahun depan.
Kena: Scars of Kosmora – Spirit Guide Naik Level
Ember Lab balik lagi lewat Kena: Scars of Kosmora.
Kali ini Kena lebih dewasa, lebih berpengalaman, dan eksplorasi ke pulau misterius bernama Kosmora.
Spirit companion tetap jadi inti gameplay, tapi sekarang mereka bisa tumbuh dan unlock kemampuan baru seiring hubungan makin kuat. Sistem elemental juga diperluas, bikin combat lebih strategis.
Kalau kalian suka action-adventure yang cantik, emosional, tapi tetap punya depth, ini wajib dipantau.
Legacy of Kain: Defiance Remastered – Vampir Bangkit Lagi
Nostalgia dark fantasy datang lewat Legacy of Kain: Defiance Remastered, rilis 3 Maret di PS5 dan PS4.
Visual, kontrol, dan kamera diperbarui biar nyaman dimainkan generasi sekarang. Tapi yang bikin fan lama senyum jahat: Deluxe Edition-nya kasih demo playable dari sequel yang dulu dibatalkan, Dark Prophecy.
Ini bukan cuma remaster. Ini sejarah yang dihidupkan lagi.
Marathon – Bungie Mau Bikin Kita Lupa Waktu
Marathon resmi rilis 5 Maret.
Sebelum itu, ada Server Slam 26 Februari buat PS5 player. Kita bisa coba sebagian konten, dapet gear package, emblem, dan banner eksklusif.
Setting-nya di Tau Ceti IV, dan vibe sci-fi extraction shooter-nya kelihatan intens. Bungie jelas pengen bikin ini jadi game yang bikin kalian bilang, “Satu match lagi deh,” sampai jam 3 pagi.
Dan kita tahu bagaimana sejarah Bungie kalau sudah urusan shooter.
MARVEL Tōkon: Fighting Souls – Superhero Mode Brutal
MARVEL Tōkon: Fighting Souls resmi rilis 6 Agustus di PS5 dan PC.
Roster-nya makin rame dengan masuknya Magik, Wolverine, dan Danger. Tapi yang bikin menarik bukan cuma karakternya — game ini punya Episode Mode, jadi bukan sekadar fighting arcade doang.
Visual-nya stylized, flashy, dan combat kelihatan cepat. Ini bukan game yang santai. Ini tipe game yang bikin kalian debat tier list tiap minggu.
Kalau dieksekusi rapi, bisa jadi pesaing serius di ranah fighting game kompetitif.
Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 – Stealth Level Legendaris
Tanggal 27 Agustus, Metal Gear Solid: Master Collection Vol. 2 hadir di PS5.
Isinya?
- Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriots
- Metal Gear Solid: Peace Walker
- Metal Gear: Ghost Babel
Buat gamer lama, ini nostalgia stealth tingkat tinggi. Buat gamer baru, ini kesempatan belajar kenapa seri ini sering disebut salah satu yang paling berpengaruh dalam sejarah game.
Dan ya… MGS4 akhirnya nggak lagi “terkunci” di masa lalu.
Resident Evil Requiem – Horor yang Nggak Mau Santai
Resident Evil Requiem rilis 27 Februari.
Trailer terbarunya nunjukin kombinasi story tease dan action beat yang makin intens. Capcom jelas lagi pede banget dengan formula modern Resident Evil yang lebih cinematic tapi tetap mencekam.
Kalau kalian suka deg-degan tapi tetap bisa nembak balik, ini bakal masuk daftar “main sendiri, lampu mati, tapi nyesel.”
Pragmata – Sci-Fi Misterius ala Capcom
Capcom juga bawa Pragmata kembali ke spotlight.
Game sci-fi ini fokus ke duo Hugh dan android Diana yang harus hack dan fight buat bertahan. Dunia futuristiknya kelihatan sunyi tapi berbahaya.
Rilis 24 April di PS5.
Ini tipe game yang kelihatannya nggak terlalu banyak ngomong, tapi atmosfernya kuat banget. Kalau eksekusinya tepat, bisa jadi cult sci-fi hit.
Star Wars: Galactic Racer – Balapan di Outer Rim, Tanpa Ampun
Star Wars: Galactic Racer bukan sekadar game balap biasa.
Setting-nya di Outer Rim, zona yang nggak terlalu peduli aturan. Jadi ini balapan liar antar planet, dengan kendaraan unik dan karakter-karakter yang jelas bukan warga sipil biasa.
Dari gameplay yang ditunjukkan, ini lebih ke arcade high-speed chaos daripada simulasi. Jadi siap-siap tabrakan, boost, dan mungkin betrayal tipis-tipis.
Kalau kalian kangen vibe balap Star Wars yang fun dan nggak terlalu serius, ini bisa jadi guilty pleasure.
Rayman: 30th Anniversary Edition – Nostalgia yang Dipoles Serius
Rayman: 30th Anniversary Edition rilis digital 13 Februari.
Ini bukan cuma remaster asal upscale. Kita bisa main berbagai versi original, dapet 120 level tambahan dari bonus pack lama, soundtrack yang direimajinasikan, plus dokumenter interaktif.
Buat gamer lama, ini nostalgia.
Buat gamer baru, ini bukti kalau platformer 2D klasik itu timeless.
Dan ya, Rayman tanpa tangan dan kaki masih tetap iconic.
Saros – Sci-Fi Shooter yang Nggak Kenal Ampun
Dari Housemarque datang Saros, rilis 30 April.
Game ini punya sistem Modifier yang bisa ubah tingkat bahaya sesuai selera kalian. Ada eclipse event yang bikin dunia makin brutal — musuh, senjata, artefak semua bisa berubah karena korupsi.
Fast travel antar biome sudah ada, tapi jangan kira itu bikin gampang. Ini tetap shooter yang menuntut refleks dan strategi.
Kalau kalian suka Returnal vibes, ini wajib masuk radar.
Project Windless – RPG Fantasi Gelap dari Novel Korea
Project Windless adalah open-world action RPG yang terinspirasi dari novel Korea The Bird That Drinks Tears.
Kita main sebagai Rekons — ras burung humanoid yang besar dan kuat.
Setting-nya ribuan tahun sebelum cerita novel utama. Artinya, lore berat, dunia luas, dan potensi world-building yang dalam banget.
Kalau dieksekusi dengan detail, ini bisa jadi dark fantasy alternatif yang fresh di tengah dominasi formula RPG Barat dan Jepang.
Rev.Noir – JRPG dengan Dunia yang Mematikan
Rev.Noir memperkenalkan dunia dengan fenomena bernama “lightfall” — cahaya yang langsung membunuh siapa pun yang terkena.
Kisahnya tentang anak laki-laki yang kehilangan ingatan dan gadis misterius yang berusaha menghentikan bencana.
Vibes-nya anime dark fantasy dengan potensi cerita emosional dan penuh twist.
Konami kayaknya lagi serius bangun kembali lini RPG mereka.
Brigandine Abyss – Strategi Hex Grid Balik Lagi
Buat kalian yang kangen strategi klasik, Brigandine Abyss jadi comeback yang cukup serius.
Ini lanjutan dari seri Brigandine yang pertama kali muncul di PlayStation tahun 1998. Enam tahun setelah Brigandine: The Legend of Runersia, sekarang kita balik lagi ke dunia fantasi penuh kerajaan dan perang taktis.
Ciri khasnya tetap: pertarungan di hex grid. Jadi bukan action cepat-cepat refleks, tapi mikir positioning, unit composition, dan timing.
Kalau kalian tipe gamer yang lebih senang menang karena otak, bukan karena spam tombol, ini wajib pantau.
Mina the Hollower – Dunia Padat, Boss Banyak
Dari studio pembuat Shovel Knight, hadir Mina the Hollower.
Game ini dijanjikan jadi proyek terbesar mereka sejauh ini. Isinya padat banget:
- 25+ boss unik
- 60 trinket buat dikoleksi
- Weapon upgrade
- Sistem level up
- New Game Plus
- Ratusan gameplay modifier
- Mini-game mancing
- Dan tentu saja… banyak pun
Rilis musim semi ini di PS5, dan demo terbatas bisa dicoba besok.
Kalau kalian suka action-adventure pixel style dengan konten segudang, ini kelihatan serius banget.
Neva: Prologue – Awal Kisah yang Emosional
Lewat Neva: Prologue, kita diajak kembali ke masa sebelum game utamanya.
Prologue ini menceritakan bagaimana Alba pertama kali bertemu anak serigala Neva. Kalian harus membimbing si serigala kecil melewati wilderness yang rusak, menghadapi musuh baru, dan bertahan dalam ujian berbahaya.
Ada mekanik gameplay baru dan lokasi baru yang dijanjikan.
DLC ini rilis 19 Februari.
Kalau kalian suka game yang lebih ke arah emosional dan atmosferik, ini bukan cuma tambahan kecil. Ini fondasi cerita yang penting.
Yakoh Shinobi Ops – Ninja, Co-op, dan Ancaman Tak Terhentikan
Terakhir, Yakoh Shinobi Ops hadir sebagai action isometric co-op empat pemain.
Misi kalian: infiltrasi wilayah musuh, hindari jebakan, kombinasikan ninjutsu, dan kabur dari Pursuer — musuh tak terhentikan yang terus mengejar.
Ini tipe game yang bakal seru banget kalau squad kompak. Tapi kalau nggak? Chaos.
Jadi… State of Play Kali Ini Worth It?
Jawaban jujurnya?
Iya.
Ada nostalgia (God of War, Metal Gear, Rayman).
Ada IP gede (Marvel, Star Wars, 007).
Ada eksperimen unik (Beast of Reincarnation, Control Resonant).
Ada demo langsung besok (Darwin’s Paradox, Mina the Hollower).
Kalau kalian gamer PS5, 2026 kelihatannya bakal brutal ke backlog dan dompet.
Sekarang pertanyaannya cuma satu:
Game mana dulu yang bikin kalian auto pre-order?
Related Articles

Internet Ledek Sony Soal Penghentian 'Kaset' PS
Keputusan Sony buat menghentikan produksi game PlayStation fisik mulai 2028 langsung memicu reaksi besar dari gamer, kolektor, retailer, sampai brand ...

Edifier G5 MAX: Headset Gaming yang Baterenya Tahan 300 jam!
Edifier resmi ngenalin HECATE G5 MAX, headset gaming wireless baru yang datang dengan spesifikasi lumayan brutal.Ada driver 53mm berlapis titanium, TH...

ROG Rilis Dua Monitor Gaming: OLED Ultrawide dan Layar Mini Buat Pantau PC
ASUS ROG baru aja ngenalin dua display gaming dengan fungsi yang beda banget, tapi justru bisa saling melengkapi.Yang pertama adalah ROG Strix OLED XG...

Moondrop Edge 2: Headphone Wireless Pake ANC dengan Batere 50 Jam
Moondrop resmi ngenalin Edge 2, headphone wireless over-ear baru yang datang dengan harga 499 yuan atau sekitar $70.Di atas kertas, paketnya lumayan m...