
SteelSeries Arctis Nova Pro Omni: Headset Gaming yang Pake Infinite Power System
SteelSeries baru saja rilis Arctis Nova Pro Omni, headset gaming wireless yang bisa dibilang bawa banyak fitur premium dari lini Nova Elite, tapi dengan harga yang lebih 'terjangkau'. Bukan murah juga, ya, karena harganya tetap ada di kisaran $399,99 (sekitar 7 jutaan). Namun, dibandingkan Nova Elite yang berada di level 10 juta, Arctis Nova Pro Omni terasa seperti versi yang lebih “waras” untuk gamer yang ingin fitur lengkap tanpa harus jual ginjal.
Secara konsep, headset ini dibuat untuk satu tipe gamer yang cukup spesifik: orang yang punya banyak perangkat, sering pindah-pindah antara PC, konsol, HP, atau handheld, dan ingin semuanya bisa terhubung dengan praktis. Jadi bukan cuma soal suara, tapi juga soal kenyamanan hidup. Karena kadang masalah terbesar gamer bukan kalah rank, tapi ribet cabut-colok device.
Desainnya Premium, meski Tidak Semewah Nova Elite
Dari sisi build, SteelSeries Arctis Nova Pro Omni masih terasa solid, walaupun materialnya tidak semewah Nova Elite. Headset ini lebih banyak menggunakan plastik, sementara Nova Elite punya elemen metal yang lebih terasa mahal. Namun, Omni tetap memakai headband metal dan desain suspension strap khas SteelSeries, yang membuat beban headset terasa lebih merata di kepala.
Bobotnya sekitar 339 gram, jadi masih cukup nyaman untuk dipakai lama. Earcup-nya tebal dan empuk, meski bahan pleather yang dipakai bisa terasa agak hangat setelah digunakan beberapa jam. Untuk sesi gaming panjang, ini masih aman, tapi tetap bukan berarti kita disarankan main delapan jam nonstop. Tubuh juga butuh patch update.
Salah satu detail yang menarik adalah mikrofon boom-nya bisa ditarik masuk ke dalam headset. Ketika disimpan, bentuknya jadi lebih rapih dan tidak terlalu kelihatan seperti headset gaming agresif. Jadi, kalau dipakai di luar rumah pun tidak terlalu mencolok.

Bisa Terhubung ke Banyak Perangkat Sekaligus
Fitur paling menarik dari Arctis Nova Pro Omni ada di konektivitasnya. Headset ini mendukung banyak platform, mulai dari PC, Mac, PlayStation, Xbox, Nintendo Switch, Quest, Android, sampai iOS.
Base station wireless-nya punya beberapa port, termasuk tiga USB-C, line-in, dan line-out. Dengan kombinasi ini, headset bisa tersambung ke beberapa perangkat sekaligus. Yang lebih menarik, headset ini juga mendukung koneksi 2.4GHz wireless dan Bluetooth secara bersamaan.
Artinya, kita bisa main game di PC atau konsol sambil tetap menerima audio dari HP. Misalnya, main di PlayStation sambil ngobrol lewat Discord di HP, atau main di PC sambil tetap mendengar notifikasi dari perangkat lain. Kualitas suaranya juga disebut tidak turun secara terasa ketika beberapa koneksi aktif bersamaan.
Namun, ada sedikit catatan. Saat tersambung ke perangkat mobile lewat Bluetooth, volume bisa terasa agak lebih kecil dari biasanya. Selain itu, mikrofon hanya akan mengirim suara ke koneksi Bluetooth saat dua koneksi aktif bersamaan.
Baterai “Tidak Ada Habisnya”
SteelSeries menyebut sistem baterai headset ini sebagai Infinite Power System. Bukan berarti baterainya ga bisa abis. Maksudnya, Arctis Nova Pro Omni ngasih dua baterai yang bisa ditukar.
Satu baterai dipakai di headset, satu lagi bisa di-charge di base station. Kalau baterai yang sedang dipakai habis, tinggal tukar dengan baterai cadangan. Dalam pengujian SoundGuys, satu baterai bisa bertahan sekitar 32 jam 51 menit melalui koneksi 2.4GHz.
Artinya, ini berarti headset bisa dipakai terus-menerus selama pengguna rajin menukar baterai. Kalau dua-duanya sampai habis, SteelSeries mengklaim pengisian 15 menit bisa memberi sekitar 4 jam pemakaian.
Satu kekurangannya, berbeda dari Nova Elite, headset ini tidak punya baterai internal tambahan. Jadi ketika baterai ditukar, headset akan mati dan menyala lagi.
ANC-nya Bagus untuk Headset Gaming
Arctis Nova Pro Omni juga punya fitur active noise canceling atau ANC. Untuk ukuran headset gaming, performanya cukup kuat. Suara seperti AC, kendaraan lewat, atau noise lingkungan bisa diredam dengan baik.
Suara manusia masih bisa terdengar, tetapi begitu audio game atau musik menyala, gangguan tersebut akan lebih mudah tertutup. Ini membuat headset ini cocok untuk gamer yang bermain di lingkungan yang tidak sepenuhnya sunyi, misalnya kamar dekat jalan raya, ruang kerja bersama, atau rumah yang mendadak berubah jadi turnamen keluarga.

Suara Bagus untuk Kompetitif, tapi Kurang Santai untuk Musik
Secara karakter suara, Arctis Nova Pro Omni tampaknya lebih diarahkan untuk game kompetitif, terutama FPS. Soundstage dan positioning-nya menjadi kekuatan utama. Suara langkah, arah tembakan, dan jarak objek bisa terasa jelas, sehingga membantu pemain membaca situasi di dalam game.
Untuk game kompetitif, ini jelas nilai plus besar. Headset ini bisa membantu pemain mendeteksi posisi lawan dengan lebih mudah. Bahkan, pengalaman spatial-nya disebut terasa sangat luas dan presisi.
Namun, untuk musik atau game yang lebih santai dan sinematik, tuning default-nya tidak selalu ideal. Bagian treble terdengar cukup menonjol, terutama di area frekuensi tinggi, sehingga suara “s” atau efek tertentu bisa terasa tajam dan melelahkan. Dalam jangka panjang, ini bisa membuat sesi mendengarkan musik terasa kurang nyaman.
Untungnya, SteelSeries menyediakan opsi EQ yang sangat lengkap. Pengguna bisa mengubah karakter suara lewat base station, aplikasi SteelSeries GG di PC, atau aplikasi Arctis di mobile. Bahkan, ada banyak preset khusus untuk game tertentu. Jadi, masalah tuning ini masih bisa diatasi dengan sedikit utak-atik.
Aplikasi SteelSeries GG Jadi Salah Satu Kekuatan Utama
SteelSeries GG memberikan kontrol yang sangat detail. Pengguna bisa mengatur EQ untuk headset dan mikrofon, memilih preset, mengatur ANC, sidetone, hingga pengaturan koneksi.
Untuk gamer PC, aplikasi ini menjadi bagian penting dari pengalaman Arctis Nova Pro Omni. Sementara untuk gamer konsol, aplikasi mobile Arctis tetap berguna, meski fiturnya tidak selengkap versi desktop.
Menariknya, pengaturan juga bisa dilakukan langsung dari base station. Jadi kita ga perlu selalu membuka aplikasi hanya untuk mengubah setting dasar. Ini membuat headset terasa lebih fleksibel, terutama untuk pengguna yang sering berpindah perangkat.
Mikrofon Cukup Jelas, tapi Tidak Natural
Mikrofon Arctis Nova Pro Omni bisa menangkap suara dengan jelas, tetapi kualitasnya bukan yang paling natural. Suara terdengar agak muffled dan sedikit robotik, terutama karena sistem noise reduction yang cukup agresif.
Kabar baiknya, noise reduction tersebut bekerja cukup baik untuk mengurangi suara latar, termasuk suara keyboard. Jadi untuk komunikasi in-game, meeting singkat, atau ngobrol di Discord, mikrofon ini masih sangat layak. Namun, untuk rekaman suara yang lebih serius, kualitasnya belum bisa menggantikan mikrofon dedicated.

Apakah SteelSeries Arctis Nova Pro Omni Layak Dibeli?
SteelSeries Arctis Nova Pro Omni adalah headset yang sangat kuat dari sisi fitur. Ia nyaman dipakai, punya ANC bagus, baterai yang praktis tidak pernah jadi masalah, konektivitas sangat lengkap, dan performa spatial audio yang cocok untuk game kompetitif.
Namun, headset ini bukan untuk semua orang. Kalau kita hanya main di satu perangkat, tidak terlalu butuh koneksi multi-device, dan lebih sering main game santai atau mendengarkan musik, harganya mungkin terasa berat. Soalnya, ada banyak headset lain yang lebih murah dan sudah cukup memadai.
Tapi kalau kita adalah gamer yang sering berpindah antara PC, konsol, dan HP, Arctis Nova Pro Omni punya daya tarik besar. Ini bukan cuma headset gaming, tapi semacam pusat kendali audio kecil untuk semua perangkat.
Dengan kata lain, SteelSeries berhasil membawa banyak fitur mahal dari Nova Elite ke produk yang lebih terjangkau. Tidak sepenuhnya murah, tapi lebih masuk akal. Arctis Nova Pro Omni mungkin bukan headset terbaik untuk semua orang, tetapi untuk gamer multi-platform yang serius, headset ini jelas salah satu opsi paling lengkap saat ini.
Related Articles

Corsair HS35 v3 Meluncur: Headset Gaming Ringan dan Murah Meriah
Corsair ikut rame di Computex 2026 dengan ngenalin Corsair HS35 v3, headset gaming ringan yang datang dalam dua versi: wired dan wireless.Targetnya je...

Rangkuman State of Play Juni: Dari Wolverine, God of War Baru, Sampai Silent Hill
Sony akhirnya ngegas lagi lewat State of Play Juni, dan acaranya lumayan padat. Selama sekitar satu jam, PlayStation numpahin banyak trailer, pengumum...

Asus ROG Harpe II Extreme Edition 20: Mouse Gaming Pake Emas Beneran!
Asus lagi pesta besar buat ulang tahun ROG ke-20, dan tentu saja mereka ga mau ngerayainnya dengan barang biasa-biasa aja. Di Computex, Asus ngenalin ...

Sony Siapin Hardware PlayStation Baru Buat 2026: Fight Stick Wireless, Monitor, Sampai Speaker Portable
PlayStation 6 masih terasa jauh, PS5 juga masih jadi mesin utama Sony, tapi bukan berarti hardware PlayStation bakal sepi. Sony Interactive Entertainm...