Super Mouse Punya Touchscreen 3,1 Inci, Bisa Jadi Macro Pad hingga Keyboard Mini

Super Mouse Punya Touchscreen 3,1 Inci, Bisa Jadi Macro Pad hingga Keyboard Mini

3 min read 0 views

Arctic Fox Technologies ngenalin Super Mouse, mouse multifungsi yang menaruh touchscreen tepat di bawah tangan kalian. Alih-alih memenuhi bodinya dengan banyak tombol shortcut, perangkat ini memakai layar untuk menampilkan kontrol aplikasi, menjalankan macro, sampai mengetik dengan gerakan swipe seperti di smartphone.

Konsepnya lebih dekat ke perangkat produktivitas daripada mouse gaming. Super Mouse ingin menggabungkan beberapa fungsi perangkat meja ke dalam satu bodi, meski desainnya yang cenderung kotak juga membawa pertanyaan soal kenyamanan.

Shortcut berubah mengikuti aplikasi

Super Mouse menggunakan touchscreen 3,1 inci dengan resolusi 720 × 720 piksel. Tombol klik utama dan scroll wheel tetap tersedia, ditemani dua tombol fisik yang disebut Hyper Keys untuk fungsi yang bisa kalian atur sendiri.

Layar tersebut bisa menampilkan Control Panel berisi hingga 16 shortcut, macro, atau launcher. Kontrolnya juga dapat berubah mengikuti aplikasi yang sedang digunakan. Saat mengedit video di Adobe Premiere, misalnya, layar bisa menampilkan tombol playback dan perintah editing.

Pengaturannya dilakukan lewat aplikasi desktop Flow untuk Windows dan macOS. Kalian bisa menentukan shortcut yang muncul, menyusun layout, dan membuat rangkaian perintah untuk pekerjaan berulang. Arctic Fox juga mencantumkan dukungan trackpad multitouch dan gesture pada permukaan layarnya. 

Buat kalian yang sering berpindah aplikasi, label pada layar bisa membantu mengingat fungsi shortcut tanpa harus menghafal banyak kombinasi tombol. Namun, touchscreen juga punya kompromi: kalian mungkin perlu melihat ke mouse sebelum menekan kontrol yang diinginkan. Tombol fisik lebih mudah dikenali lewat sentuhan, terutama setelah posisi dan fungsinya sudah hafal.

Bisa mengetik, menerima pengingat, dan mengontrol presentasi

Super Mouse menyediakan keyboard virtual dengan swipe typing. Fitur ini bisa berguna untuk memasukkan teks singkat tanpa memindahkan tangan ke keyboard, tetapi layar sekecil itu tentu punya keterbatasan buat menulis panjang. Bisa mengetik di mouse belum berarti keyboard langsung pensiun.

Ada pula voice-to-text untuk mendiktekan tulisan. Meski materi awal menyebut pemrosesan dilakukan di mouse, penjelasan kampanyenya menyatakan suara diproses secara lokal di komputer. Jadi, fitur ini tidak sebaiknya dipahami sebagai kemampuan AI mandiri yang seluruh prosesnya berjalan di dalam mouse. 

Fitur tambahannya mencakup sinkronisasi Google Calendar, pengingat jadwal, beberapa profil pengguna, focus timer, serta pencatatan aktivitas produktivitas. Gyroscope juga disediakan untuk kontrol berbasis gerakan, seperti mengendalikan slideshow atau menggeser posisi playback video.

Integrasi kalender pada situs resminya mencakup melihat, membuat, mengedit, dan menghapus acara. Arctic Fox menyatakan akses tersebut menggunakan otorisasi akun Google, dengan data acara tetap berada di akun pengguna. 

Tetap berkabel, bobotnya 103 gram

Di tengah banyaknya fitur tersebut, Super Mouse justru tidak menyediakan koneksi wireless. Perangkat ini mengambil daya dan terhubung ke komputer melalui kabel USB-C, sehingga kalian harus tetap mencolokkannya selama digunakan.

Menurut spesifikasi resmi, bobotnya 103 gram dengan dimensi 109 × 91 × 29 mm. Bentuknya cukup lebar untuk menampung layar, sehingga feel genggamannya kemungkinan berbeda dari mouse konvensional yang bodinya lebih melengkung. 

Buat penggunaan sehari-hari, kecocokan bentuk ini akan sama pentingnya dengan daftar fitur. Shortcut yang lengkap kurang membantu kalau posisi tangan justru terasa kurang nyaman saat menggerakkan pointer atau menjangkau layar.

Mulai sekitar Rp3,61 juta lewat Kickstarter

Super Mouse ditawarkan melalui Kickstarter dengan harga US$199, sementara harga retail yang direncanakan adalah US$249. Pengiriman ditargetkan mulai Februari 2027. Karena masih berupa proyek crowdfunding, jadwal tersebut merupakan estimasi dan bisa berubah.

Harga tersebut setara sekitar Rp3,61 juta untuk backer dan Rp4,52 juta untuk retail, menurut konversi kurs tanggal 4 November 2026, bukan harga resmi di Indonesia.

Kalo kalian sering bekerja dengan shortcut dan ingin kontrol aplikasi berada dekat tangan, konsep Super Mouse memang menarik. Tapi kalau kombinasi keyboard dan mouse biasa sudah terasa cepat, manfaat terbesarnya perlu datang dari workflow yang benar-benar kalian pakai—bukan sekadar karena sekarang mouse juga punya layar.

November 4, 2026
Share on:

Related Articles

Jalanin Mario Kart World Pakai DLSS 5 di PC, Visualnya jadi kayak Film Bioskop

Jalanin Mario Kart World Pakai DLSS 5 di PC, Visualnya jadi kayak Film Bioskop

Gimana jadinya kalau pencahayaan ala film animasi diterapkan ke Mario Kart World? Eksperimen komunitas yang dibagikan kreator YouTube ChillyWillMD men...

November 3, 2026
Scyrox V12: Bodi Transparan dengan Dua Ukuran, dan Polling Rate 8.000 Hz

Scyrox V12: Bodi Transparan dengan Dua Ukuran, dan Polling Rate 8.000 Hz

Scyrox menambah pilihan mouse gaming ringan lewat V12M dan V12L. Keduanya mengusung desain simetris dengan bodi transparan frosted, komponen kelas ata...

November 2, 2026
FGG Madlions M3 Series: Mouse Gaming Carbon Fiber Murah Meriah!

FGG Madlions M3 Series: Mouse Gaming Carbon Fiber Murah Meriah!

Mouse gaming dengan tampilan carbon fiber tidak selalu harus mahal. FGG Madlions M3 Series hadir di GOODGAMINGSHOP dengan harga mulai Rp280.000, memba...

November 1, 2026
Attack Shark X60: Headset Gaming dengan Dock RGB yang Bisa Jadi USB Hub

Attack Shark X60: Headset Gaming dengan Dock RGB yang Bisa Jadi USB Hub

Attack Shark ngenalin X60, headset gaming wireless yang menggabungkan driver 53 mm, mikrofon dengan AI noise-cancelling, dan charging dock RGB. Buat k...

October 31, 2026