
Switch Magnetik Mouse yang Disiapin buat Lawan Logitech HITS
Brand Mouse Mulai Siapkan Switch Magnetik Buat Lawan Logitech HITS
Logitech sempat bikin rame dunia mouse gaming enthusiast lewat teknologi HITS alias haptic inductive trigger system. Teknologi ini hadir di G Pro X2 Superstrike pada akhir 2025, dan idenya cukup gila: klik mouse bisa punya aktuasi yang bisa diatur, rapid trigger, plus feedback haptic.
Tapi seperti biasa, teknologi baru Logitech datang dengan dua hal klasik: harga premium dan produk yang belum tentu sempurna buat semua orang.
Sekarang, beberapa brand periferal mulai ancang-ancang bikin versi mereka sendiri. Dua nama yang mulai muncul adalah Keychron dan Snaptiq, dengan pendekatan switch magnetik yang bisa jadi awal dari tren baru di mouse gaming.
Logitech HITS Jadi Target Baru
Sebelum bahas pesaingnya, kita bahas dulu kenapa HITS dianggap menarik.
Di mouse biasa, klik umumnya cuma punya satu titik aktuasi. Tombol ditekan, switch aktif, selesai. Tapi HITS mencoba bikin klik mouse lebih mirip keyboard analog modern.
Fitur yang dibawa kira-kira seperti:
- Adjustable actuation, jadi titik aktif klik bisa diatur
- Rapid trigger, input bisa reset lebih cepat
- Haptic feedback, pengguna bisa merasakan umpan balik dari sistem
- Potensi umur pakai lebih panjang karena desain switch lebih modern
Buat game kompetitif, terutama FPS, teknologi seperti ini bisa terasa menggoda. Klik bisa dibuat lebih responsif, lebih cepat reset, dan lebih personal sesuai gaya main.
Masalahnya, teknologi baru kayak gini biasanya mahal. Jadi wajar kalau brand lain mulai nyiapin alternatif.

Keychron Siapkan MagOpt
Nama pertama yang muncul adalah Keychron. Ini cukup menarik karena Keychron lebih dikenal lewat keyboard mekanikal, bukan mouse gaming super kompetitif.
Keychron kabarnya sedang menyiapkan microswitch bernama MagOpt. Dari teaser yang muncul, switch ini tampaknya memakai kombinasi sistem optical dan magnetic sensing, tapi tetap mempertahankan click leaf tradisional.
Bahasa gampangnya: Keychron sepertinya pengen bikin switch yang tetap terasa seperti klik mouse normal, tapi punya sensor modern di dalamnya.
Kemungkinan fitur yang dikejar antara lain:
- Rapid trigger
- Aktuasi yang bisa diatur
- Umur pakai lebih panjang
- Deteksi input lebih konsisten
Tapi MagOpt kemungkinan belum akan menyamai semua fitur Logitech HITS. Terutama karena HITS punya sisi haptic yang lebih kompleks, sementara MagOpt terlihat lebih fokus ke sensing dan durability.
MagOpt Bisa Jadi Jalan Tengah
Yang bikin MagOpt menarik adalah pendekatannya. Kalau benar tetap memakai click leaf tradisional, feel kliknya mungkin masih terasa familiar.
Ini penting banget. Banyak gamer suka teknologi baru, tapi ga mau feel klik mouse berubah jadi aneh atau terlalu “digital”.
Dengan kombinasi optik dan magnetik, Keychron bisa menawarkan switch yang:
- Tetap punya rasa klik fisik
- Lebih tahan lama dibanding switch mekanikal biasa
- Bisa punya fitur modern ala mouse kompetitif
- Mungkin lebih murah dibanding implementasi sekelas HITS
Buat gamer yang penasaran sama fitur rapid trigger di mouse, tapi ga mau bayar harga flagship Logitech, MagOpt bisa jadi opsi menarik kalau nanti masuk ke produk komersial.
Snaptiq: Lebih Dekat ke Logitech HITS
Pesaing kedua bernama Snaptiq. Produk ini datang dari proyek seorang streamer Rusia dan kabarnya punya fitur yang lebih mirip dengan Logitech HITS.
Berbeda dari Keychron MagOpt yang masih agak misterius, Snaptiq disebut memakai sensor analog berbasis magnet. Teknologinya kemungkinan memakai Hall effect atau TMR sensor.
Keduanya sama-sama memanfaatkan medan magnet buat membaca pergerakan. Jadi alih-alih cuma mendeteksi “klik sudah aktif”, sistem bisa membaca seberapa jauh tombol bergerak.
Ini membuka jalan buat fitur seperti:
- Aktuasi analog
- Titik klik yang bisa diatur
- Rapid trigger
- Deteksi gerakan tombol yang sangat kecil
Lebih gila lagi, Snaptiq juga disebut bakal memakai vibration motor buat meniru feedback taktil seperti HITS.

Klik Silent dan Deteksi 1 Mikron
Klaim paling ekstrem dari Snaptiq adalah kemampuan mendeteksi gerakan sampai 1 mikron, alias 0,001 mm.
Itu kecil banget. Buat gambaran, ini jauh lebih kecil dari gerakan klik yang biasanya kita rasakan dengan jari. Kalau klaim ini benar-benar tercapai di produk final, Snaptiq bisa jadi salah satu sistem klik mouse paling sensitif yang pernah muncul.
Selain itu, kliknya disebut bakal completely silent. Ini menarik buat pengguna yang main malam-malam, tinggal bareng orang lain, atau sekadar benci suara klik yang terlalu berisik.
Tapi tentu saja, klaim seperti ini masih perlu dibuktikan. Di dunia periferal gaming, angka di atas kertas sering terdengar dewa, tapi feel asli di tangan baru ketahuan setelah dipakai.
Magnetic Switch Bisa Jadi Tren Baru Mouse Gaming
Kalau keyboard sudah lebih dulu ramai dengan Hall effect, rapid trigger, dan adjustable actuation, sekarang mouse gaming mulai menuju arah yang mirip.
Switch magnetik punya beberapa potensi besar:
- Lebih sedikit kontak fisik yang aus
- Bisa membaca posisi tombol secara analog
- Aktuasi bisa disesuaikan lewat software
- Rapid trigger lebih masuk akal diterapkan
- Cocok buat gamer kompetitif yang ngejar input super cepat
Dengan Logitech membuka jalan lewat HITS, brand lain jelas melihat peluang. Apalagi kalau teknologi serupa bisa dibuat lebih murah, pasar mouse enthusiast bisa jadi makin panas.
Tapi Belum Tentu Langsung Jadi Standar
Walau terdengar keren, switch magnetik di mouse masih punya tantangan.
Pertama, feel klik harus tetap enak. Mouse bukan cuma soal sensor dan angka latency. Klik kiri-kanan adalah bagian paling sering dipakai, jadi kalau rasanya aneh, gamer bisa langsung ilfeel.
Kedua, software harus matang. Adjustable actuation dan rapid trigger butuh pengaturan yang jelas, stabil, dan ga bikin ribet.
Ketiga, aturan game kompetitif bisa jadi masalah. Beberapa fitur seperti rapid trigger atau snap-style input kadang diperdebatkan di ranah esports. Jadi brand harus hati-hati agar fiturnya tetap diterima.
Rilisnya Masih Belum Dekat
Untuk Snaptiq, target peluncurannya disebut sekitar akhir 2026. Tapi kemungkinan besar produk ini ga langsung hadir luas di pasar Barat.
Sementara Keychron MagOpt masih lebih misterius. Baru ada teaser, belum jelas kapan switch ini masuk ke mouse retail, atau model apa yang bakal memakainya.
Tapi sinyalnya sudah cukup jelas: brand periferal mulai melirik teknologi klik magnetik dan analog buat mouse gaming generasi berikutnya.
Kesimpulan: Setelah Keyboard, Sekarang Mouse Ikut Masuk Era Magnetic Switch
Logitech HITS mungkin belum sempurna, tapi teknologi itu berhasil bikin industri melirik konsep baru buat klik mouse. Sekarang Keychron dan Snaptiq mulai muncul dengan pendekatan masing-masing.
Keychron MagOpt terlihat seperti opsi hybrid yang mencoba menggabungkan rasa klik tradisional dengan sensing modern. Sementara Snaptiq terdengar lebih ambisius, dengan sensor analog magnetik, motor getar, klik silent, dan klaim deteksi super presisi.
Buat gamer kompetitif dan penggemar periferal unik, ini jelas menarik. Setelah keyboard gaming diramaikan Hall effect dan rapid trigger, mouse gaming tampaknya bakal ikut naik level.
Tinggal nunggu satu hal: apakah teknologi ini beneran bikin aim makin tajam, atau cuma jadi fitur mahal buat bikin spek sheet terlihat lebih GG?
Related Articles

Corsair HS35 v3 Meluncur: Headset Gaming Ringan dan Murah Meriah
Corsair ikut rame di Computex 2026 dengan ngenalin Corsair HS35 v3, headset gaming ringan yang datang dalam dua versi: wired dan wireless.Targetnya je...

Rangkuman State of Play Juni: Dari Wolverine, God of War Baru, Sampai Silent Hill
Sony akhirnya ngegas lagi lewat State of Play Juni, dan acaranya lumayan padat. Selama sekitar satu jam, PlayStation numpahin banyak trailer, pengumum...

Asus ROG Harpe II Extreme Edition 20: Mouse Gaming Pake Emas Beneran!
Asus lagi pesta besar buat ulang tahun ROG ke-20, dan tentu saja mereka ga mau ngerayainnya dengan barang biasa-biasa aja. Di Computex, Asus ngenalin ...

Sony Siapin Hardware PlayStation Baru Buat 2026: Fight Stick Wireless, Monitor, Sampai Speaker Portable
PlayStation 6 masih terasa jauh, PS5 juga masih jadi mesin utama Sony, tapi bukan berarti hardware PlayStation bakal sepi. Sony Interactive Entertainm...