Tanchjim Force: IEM Dual Dynamic dengan Suara Lapang dan Kabel DSP Modular

Tanchjim Force: IEM Dual Dynamic dengan Suara Lapang dan Kabel DSP Modular

3 min read 0 views

Tanchjim Force punya dua daya tarik yang langsung membedakannya: desain semi-open dan kabel modular hasil kolaborasi dengan Effect Audio. IEM ini bisa dipakai lewat konektor analog biasa, lalu beralih ke USB-C dengan pemrosesan suara digital buat mengubah karakter audionya lewat aplikasi.

Kombinasi itu menghasilkan pengalaman yang makin menarik setelah beberapa hari pemakaian. Tuning bawaan Force seimbang dan natural, dan ada banyak fleksibilitas dari sisi DSP dan equalizer.

Dua Driver dan Desain Semi-Open

Force memakai dua dynamic driver di setiap sisi, masing-masing berukuran 8,2 mm dan 10 mm. Manual resminya mencantumkan impedansi 17 ohm dengan toleransi ±10% serta sensitivitas 120 dB/Vrms. 

Bagian bawah housing menggunakan resin transparan sehingga driver di dalamnya bisa terlihat. Sementara itu, area berjeruji pada faceplate memiliki ventilasi yang membuat desainnya semi-open. Desain tersebut juga membuat pemakaiannya nyaman dan kualitas rakitannya baik. Nozzle yang agak panjang juga membantunya memakai eartip sedikit lebih kecil dari biasanya, meski kecocokan seperti ini bakal bergantung pada bentuk telinga masing-masing.

Kabel Effect Audio dengan Tiga Pilihan Konektor

Kabel bawaan Force menyediakan konektor yang bisa ditukar antara 3,5 mm single-ended, 4,4 mm balanced, dan USB-C DSP. Jadi, pengguna bisa menyesuaikan sambungan dengan perangkat yang dipakai tanpa mengganti seluruh kabel.

Konektor USB-C-nya juga membawa DSP. Dalam pengujian, sambungan ini memungkinkan akses ke preset EQ dan pengaturan EQ sendiri melalui aplikasi TANCHJIM. Perubahan preset terasa jelas, sehingga pengguna punya ruang buat menambah bobot bass atau menyesuaikan frekuensi lain sesuai selera.

Namun, kabelnya sedikit kaku dan cenderung mempertahankan bentuk setelah ditekuk. Meski begitu, tidak ada microphonics yang mengganggu, yaitu suara gesekan kabel yang ikut terdengar saat kabel bergerak atau menyentuh pakaian.

Bass Dalam, tetapi Tetap Menyatu

Bagian yang paling istimewa dari IEM ini adalah sub-bass. Nada rendah terasa dalam dan berbobot, tetapi ga terdengar seperti tambahan bass yang dipaksakan. Tenaga sub-bass menyatu dengan frekuensi lain sehingga karakter keseluruhannya tetap natural. Mid-bass lebih terkendali dan seimbang dengan vokal maupun treble.

Buat pendengar yang pengin mid-bass lebih tebal, Force punya respon EQ yang cukup baik. Fleksibilitas ini menjadi salah satu keunggulannya, karena tuning bawaan bukan satu-satunya karakter suara yang bisa dinikmati.

Vokal Natural dan Instrumen yang Meyakinkan

Midrange Force digambarkan cukup netral, dengan kehangatan yang membuat suara tetap terasa organik. Kesannya juga menyuguhkan ruang yang lapang, bukan penyajian yang padat atau sesak. Mungkin, desain semi-open ikut berkontribusi pada kesan ini.

Vokal perempuan terdengar halus dan punya kehadiran yang cukup tanpa menjadi terlalu menusuk. Vokal laki-laki memang bukan yang paling tebal atau bertenaga, tetapi masih memiliki bobot yang terasa natural dan artikulasi yang jelas.

Treble Halus, Soundstage Luas

Pada tuning bawaan, treble Force terdengar sedikit diperhalus. Hasilnya, penyajian frekuensi tinggi terasa ringan dan lapang, tetapi ga mengejar detail mikro secara agresif. Sebagian detail kecil akan lebih mudah terdengar setelah melakukan penyesuaian EQ.

Soundstage, instrument separation, dan imaging dari Force juga layak diacungi jempol. Instrumen tetap mudah dibedakan dan posisi suara terasa presisi. Karakter tersebut membuat Force juga menarik buat gaming.

Harga Sekitar Rp4,5 Juta

Saat artikel ini ditulis, Tanchjim Force dibanderol di harga Rp4,5 juta di Good Gaming Shop. Harga bisa berubah sewaktu-waktu ya! Satu hal yang pasti, daya tarik Tanchjim Force ada di suara yang seimbang, ruang penyajian yang lapang, serta fleksibilitas kabel DSP. Treble bawaannya mungkin kurang menarik buat pencari detail mikro yang sangat menonjol, tetapi opsi EQ memberi ruang buat menyesuaikan karakter suara tanpa mengganti IEM.

October 6, 2026
Share on:

Related Articles

Razer Wolverine V4 Pakai Analog Kapasitif dan Polling Rate 8.000 Hz di PC

Razer Wolverine V4 Pakai Analog Kapasitif dan Polling Rate 8.000 Hz di PC

Razer memperkenalkan keluarga Wolverine V4 buat gamer Xbox dan PC yang pengin punya lebih banyak kendali atas input mereka. Diumumkan pada 6 Oktober 2...

October 7, 2026
NACON Revolution 5 Unlimited: Gamepad tapi Punya Layar Canggih

NACON Revolution 5 Unlimited: Gamepad tapi Punya Layar Canggih

NACON memperkenalkan Revolution 5 Unlimited atau R5U, controller premium berlisensi resmi untuk PS5 yang juga bisa dipakai di PC. Selain memakai susun...

October 5, 2026
Rating Usia GTA 6 Menghilang, Sempat Ungkap Dekapitasi dan Sistem Narkoba

Rating Usia GTA 6 Menghilang, Sempat Ungkap Dekapitasi dan Sistem Narkoba

Deskripsi rating usia Grand Theft Auto VI atau GTA 6 menjadi sorotan setelah dilaporkan memuat detail konten dewasa yang belum banyak dibahas sebelumn...

October 4, 2026
1080p vs 1440p untuk Gaming: Mana yang Lebih Worth It?

1080p vs 1440p untuk Gaming: Mana yang Lebih Worth It?

Kalau kamu sedang mencari monitor gaming baru, salah satu pilihan yang paling sering bikin bingung adalah soal resolusi: tetap di 1080p atau naik ke 1...

October 3, 2026