
The Behemoth V2: Keyboard Gaming 135% yang Segede Gambreng
Saat banyak keyboard gaming sekarang makin kecil, makin ringkas, dan makin niat ngasih ruang buat mouse, The Behemoth V2 datang dengan konsep kebalikannya.
Keyboard ini ga mau jadi 60%, 65%, atau TKL. Ia memilih jalan hidup sebagai keyboard 135%, alias keyboard super besar dengan layout full-size 104 tombol plus gamepad 32 tombol di sisi kiri.
Namanya juga Behemoth. Dari awal memang ga ada niat buat tampil imut.
Keyboard 135% Buat yang Benci Minimalisme
The Behemoth V2 adalah proyek keyboard mekanikal super besar yang baru saja mendapat update desain kedua. Layout dan fiturnya sekarang sudah final, dan peluncurannya mulai terasa makin dekat.
Konsep dasarnya sederhana tapi brutal:
- Keyboard full-size 104 tombol
- Gamepad 32 tombol di sisi kiri
- Total 136 tombol
- 4 rotary knob
- Case aluminium CNC
- Hot-swap switch
- VIA remapping
- RGB
- Tombol rage quit khusus
Kalau keyboard compact itu seperti dagger cepat buat gamer FPS, Behemoth V2 lebih mirip greatsword raksasa yang butuh meja sendiri.
Ada Gamepad 32 Tombol di Sebelah Kiri
Fitur paling mencolok tentu gamepad 32 tombol di sisi kiri keyboard.
Bagian ini ditempatkan sebelum area alpha utama, jadi tangan kiri bisa langsung mengakses kumpulan tombol tambahan untuk gaming, macro, shortcut, atau kontrol aplikasi.
Menariknya, gamepad ini dibuat agak miring ke arah tengah keyboard. Tujuannya supaya pengguna bisa memiringkan keyboard dan tetap punya ruang mouse yang lebih masuk akal.
Ini detail kecil tapi penting, karena keyboard sebesar ini jelas berpotensi makan area mousepad seperti boss raid makan HP party.

Ukurannya Benar-Benar Gila
Behemoth V2 punya dimensi sekitar 609 × 177 mm dengan tinggi 25 mm tanpa keycap.
Bobotnya juga ga main-main: 9,4 lbs atau sekitar 4,2 kg.
Jadi ini bukan keyboard yang gampang digeser-geser tiap lima menit. Sekali ditaruh di meja, dia seperti langsung mengklaim wilayah kekuasaan.
Bobot besar ini datang dari case CNC aluminium, material yang memberi feel solid dan premium, tapi juga membuatnya terasa seperti bisa dipakai buat menahan pintu darurat.
Case Aluminium 6061-T6
Behemoth V2 memakai frame aluminium 6061-T6 yang diproses CNC.
Top plate dan gamepad plate dibuat dengan proses waterjet. Struktur internalnya memakai 24 baut stainless steel hex head dengan multi-stepped studs untuk PCB dan plate.
Bahasanya teknis, tapi intinya: build-nya dibuat serius, bukan sekadar keyboard plastik raksasa.
Pilihan finishing-nya juga bisa di-mix and match untuk beberapa bagian seperti frame, top plate, dan gamepad plate.
Pilihan warna yang disebut mencakup:
- Black
- Red
- Purple
- Polished Metal
Ada sedikit keanehan di daftar warna karena Red disebut dua kali, tapi intinya pengguna bisa menggabungkan warna sesuai selera.
Empat Rotary Knob di Atas Numpad
Di atas numpad, Behemoth V2 punya 4 rotary encoder E11.
Knob ini bisa dipakai untuk audio dan mapping lain. Jadi pengguna bisa mengatur volume, scroll, zoom, brightness, timeline editing, atau shortcut kreatif lain.
Empat knob di satu keyboard jelas overkill buat sebagian orang. Tapi pada keyboard sebesar ini, justru terasa cocok.
Kalau sudah bikin monster 135%, sekalian saja kasih cockpit kecil.
Semua Bisa Diatur Lewat QMK dan VIA
The Behemoth V2 mendukung QMK/VIA, jadi bagian keyboard utama dan gamepad bisa di-remap penuh.
Pengguna bisa mengatur:
- Fungsi tombol
- Layer
- Macro
- Shortcut game
- Kontrol aplikasi
- Fungsi rotary encoder
- Tombol khusus
Dukungan VIA penting banget karena keyboard dengan 136 tombol tanpa remapping akan terasa seperti panel kontrol pesawat alien.
Dengan VIA, pengguna bisa mengubah layout langsung lewat interface yang lebih mudah tanpa harus ngoding firmware dari nol.

Hot-Swap MX-Style Switch
Keyboard ini juga mendukung hot-swappable MX-style switches.
Artinya, pengguna bisa mengganti switch tanpa solder. Mau pakai linear ringan buat gaming, tactile buat ngetik, atau switch berat buat tombol macro tertentu, semuanya bisa diatur.
Catatannya, keycap standar disebut tidak cocok untuk area gamepad. Jadi bagian gamepad kemungkinan memakai layout atau ukuran tombol yang lebih khusus.
Ini penting buat calon pembeli yang ingin menyiapkan keycap set sendiri.
Dual RP2040 Split PCB
Di balik bodinya, Behemoth V2 memakai desain dual RP2040 split PCB.
Dua board internal terhubung memakai USB-C, tapi ke PC tetap hanya butuh satu koneksi USB-C.
Jadi meski secara internal terbagi, pengguna ga perlu mencolok dua kabel ke komputer.
Keyboard ini mendukung Windows 10 dan Windows 11, serta punya N-Key Rollover, jadi semua input bisa terbaca dengan baik saat banyak tombol ditekan bersamaan.
Buat keyboard dengan gamepad segini banyak, NKRO jelas wajib.
RGB dan Efek Lighting
Karena ini keyboard gaming raksasa, tentu ada RGB + effects.
Belum jelas detail efeknya seperti apa, tapi RGB di keyboard sebesar ini bisa jadi lampu meja tambahan.
Apalagi kalau pengguna memilih kombinasi warna case mencolok seperti merah atau ungu. Behemoth V2 bisa jadi pusat perhatian di setup, bukan cuma alat input.
Keyboard kecil mungkin tampil elegan. Keyboard ini tampil seperti papan komando final boss.
Tombol “Rage Quit” Khusus
Fitur paling kocak dari Behemoth V2 adalah tombol “Rage Quit”.
Secara default, tombol ini adalah tombol unik untuk ALT+F4, lengkap dengan countdown audio file buatan pengguna sebelum keluar dari game.
Tapi karena bisa di-remap, tombol ini juga bisa dipakai untuk fungsi lain, misalnya clip gameplay.
Idenya absurd, tapi jujur saja, sangat cocok buat keyboard bernama Behemoth.
Punya tombol khusus buat keluar game saat mental breakdown? Itu bukan fitur. Itu layanan kesehatan emosional.

Bukan Group Buy
Menariknya, developer Behemoth V2 tidak berencana menjual keyboard ini lewat sistem group buy, meski proyeknya pada dasarnya dikerjakan seperti one-man show.
Ini cukup menarik karena banyak proyek keyboard custom besar biasanya memakai group buy untuk mengurangi risiko produksi.
Belum jelas model penjualannya nanti seperti apa, tapi kabarnya harga diperkirakan berada di kisaran $400 sampai $500 saat produk selesai.
Untuk keyboard aluminium raksasa 136 tombol dengan gamepad, 4 knob, hot-swap, dan VIA, angka itu sebenarnya masih terdengar cukup masuk akal di dunia keyboard custom. Tetap mahal, tapi tidak seabsurd ukurannya.
Spesifikasi The Behemoth V2
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Layout | 135% |
| Total tombol | 136 tombol |
| Keyboard utama | 104 tombol |
| Gamepad | 32 tombol di sisi kiri |
| Material | Aluminium 6061-T6 CNC |
| Top plate | Waterjet |
| Gamepad plate | Waterjet |
| Dimensi | 609 × 177 mm |
| Tinggi | 25 mm tanpa keycap |
| Bobot | 4,2 kg |
| Switch | Hot-swap MX-style |
| Firmware | QMK/VIA |
| PCB | Dual RP2040 split PCB |
| Koneksi | USB-C ke PC |
| Rotary encoder | 4 knob E11 |
| RGB | Ada, dengan efek |
| Rollover | N-Key Rollover |
| Feet | Magnetic keyboard feet |
| OS | Windows 10/11 |
| Estimasi harga | $400–$500 |
Buat Siapa Keyboard Segede Ini?
The Behemoth V2 jelas bukan buat semua orang.
Keyboard ini cocok buat pengguna yang:
- Suka keyboard full-size
- Butuh banyak macro
- Main MMO, sim, atau game kompleks
- Suka kontrol fisik tambahan
- Benci layout compact
- Punya meja besar
- Suka proyek keyboard custom unik
- Ingin satu perangkat untuk gaming dan produktivitas
Tapi buat pemain FPS yang butuh area mouse super luas, keyboard ini bisa terasa seperti menaruh lemari kecil di meja.
Memang gamepad-nya dibuat miring agar ruang mouse lebih lega, tapi ukuran totalnya tetap monster.
Kesimpulan: Keyboard Anti-Minimalis Buat Gamer yang Butuh Semua Tombol
The Behemoth V2 adalah jawaban ekstrem terhadap tren keyboard compact.
Saat banyak orang memangkas numpad, function row, bahkan arrow key, keyboard ini justru menambahkan gamepad 32 tombol, 4 knob, case aluminium berat, dan tombol rage quit khusus.
Dengan bobot 4,2 kg dan panjang lebih dari 60 cm, Behemoth V2 bukan keyboard yang sekadar duduk di meja. Ia mengambil alih meja.
Tapi di balik ukurannya yang lucu-lucu mengerikan, fiturnya benar-benar serius: QMK/VIA, hot-swap, dual RP2040, RGB, NKRO, rotary encoder, dan konstruksi aluminium CNC.
Buat pecinta keyboard compact, ini mungkin mimpi buruk. Buat gamer macro-heavy dan penggemar input device absurd, ini bisa jadi holy grail.
Kadang kita ga butuh keyboard kecil untuk menang. Kadang kita butuh satu papan aluminium raksasa yang punya tombol cukup banyak buat mengendalikan game, stream, musik, Discord, dan emosi saat ranked mulai kacau.
Related Articles

Akko U1 Series: Switch Edisi Ultah yang Lebih Smooth & Thocky
Akko resmi ngenalin U1 Series, lini switch mechanical keyboard baru yang dibuat buat merayakan ulang tahun ke-10 brand tersebut.Seri ini fokus ke dua ...

Sweet Hamster Days: Game Aneh yang Bikin Kamu Jadi Hamster Kesayangan Cewek-Cewek
Dunia game memang ga pernah kehabisan ide random. Tapi Sweet Hamster Days kelihatannya datang dari dimensi lain.Ini adalah game FMV live-action yang m...

Pulsar Feinmann FO1 Noctua Edition: Mouse Gaming tapi Ada Kipasnya
Pulsar kayaknya berhasil bikin salah satu mouse gaming paling nyeleneh tahun ini. Feinmann FO1 Noctua Edition resmi disiapkan buat rilis pada 21 Juli ...

OpenAI Codex Micro: Keypad AI Kayak Stream Deck Buat ChatGPT
Setelah banyak rumor soal hardware pertama OpenAI, mulai dari speaker pintar sampai “iPhone killer”, jawaban akhirnya ternyata jauh lebih kecil dan le...