Ubisoft Batalin Ekspansi Kedua Assassin’s Creed Shadows: Kok Gitu?

Ubisoft Batalin Ekspansi Kedua Assassin’s Creed Shadows: Kok Gitu?

3 min read 169 views

Keputusan yang satu ini bikin banyak fans Assassin’s Creed ngucek mata dua kali: Ubisoft resmi mengonfirmasi kalau tidak akan ada ekspansi besar kedua untuk Assassin’s Creed Shadows. Padahal selama hampir satu dekade terakhir, seri AC selalu dapat minimal dua DLC besar — kadang bahkan tiga plus tambahan lain yang kecil-kecil.

Yup, Shadows bakal jadi pengecualian.

Claws of Awaji Jadi Satu-Satunya Ekspansi Besar

Ekspansi pertama, Claws of Awaji, rilis September kemarin dengan durasi sekitar 10 jam. Awalnya konten ini merupakan bagian dari Season Pass — yang kemudian dibatalkan ketika Ubisoft menunda rilis game dari November 2024 ke Februari 2025.

Sebagai “permintaan maaf”, Ubisoft ngasih Claws of Awaji gratis buat semua yang pre-order. Tapi banyak fans tetap yakin bakal ada ekspansi kedua di tahun selanjutnya, karena… ya itu tradisi Assassin’s Creed sejak 2017.

Sayangnya, harapan itu resmi kandas.

Dalam wawancara dengan JorRaptor, Simon Lemay-Comtois (associate game director) bilang:
“Untuk Year Two, tidak ada ekspansi sebesar Awaji yang direncanakan.”

Singkat, padat, nyelekit.

Kok Bisa? Ini Penjelasan Ubisoft

Menurut Lemay-Comtois, Shadows adalah lompatan generasi yang cukup besar. Engine-nya banyak mengalami perombakan dan itu makan waktu plus sumber daya yang gila-gilaan. Dampaknya, perencanaan konten pasca-rilis jadi tidak sesolid game-game generasi sebelumnya.

Ia juga bilang kalau tim baru mulai menggarap Shadows lumayan telat, apalagi setelah jadwal rilis diundur. Season Pass yang tadinya sudah disiapkan akhirnya berubah total.

Ubisoft memilih pendekatan baru:
lihat reaksi pemain dulu setelah game rilis, baru merespons.

Alias: gas spontan, bukan roadmap panjang.

Lalu, Apa yang Akan Didapat Pemain?

Walaupun tidak ada ekspansi besar lagi, Ubisoft tetap janji ada update lanjutan di 2026 — bukan sebesar DLC, tapi masih lebih dari sekadar update kecil.

Contohnya kayak update terbaru kemarin yang nambah:

  • quest cerita baru
  • kolaborasi Attack on Titan
  • Easter egg isu yang lumayan heboh

Lemay-Comtois cuma bilang “minimal sebesar ini”. Tidak dijelasin apakah update berikutnya bakal gratis atau berbayar.

Ini Keputusan yang Aneh… atau Justru Masuk Akal?

Yang bikin ini mengejutkan adalah track record Ubisoft:

  • AC Origins (2017) → 2 ekspansi
  • AC Odyssey (2018) → 2 ekspansi
  • AC Valhalla (2020) → 3 ekspansi + segudang DLC kecil
  • AC Mirage (2023) awalnya DLC Valhalla, tapi malah jadi game standalone

Dengan tradisi seperti itu, Shadows yang cuma dapat satu ekspansi besar rasanya kayak makan nasi padang tapi cuma dikasih ayam doang — kaget plus bingung.

Tapi kalau melihat pernyataan dev-nya, pilihan ini bisa dimengerti:
teknologi baru, engine baru, kerjaan menumpuk, dan prioritas berubah.

Tapi Secara Performa? Shadows Tetap Menggila

Yang aneh dengan pembatalan DLC keduanya tadi adalah Shadows itu salah satu game AC yang positif, baik dari sisi penjualan ataupun dari sisi penilaian pemain dan media:

  • 1 juta pemain di hari pertama
  • 3 juta pemain dalam seminggu
  • Steam peak players: 64.825 (tertinggi sepanjang sejarah Assassin’s Creed di Steam)
  • Metacritic: generally favorable
  • OpenCritic: 82% critics recommend
  • Famitsu: 36/40
  • Pengeluaran pemain (spending) mengalahkan AC Odyssey
  • Pendapatan day-one tertinggi kedua dalam sejarah franchise, cuma kalah dari Valhalla

Jadi, dari sisi komersial dan penerimaan kritik, Shadows bukan sekadar sukses — tapi sukses banget. Terus, kenapa ga ada DLC keduanya?

Kesimpulannya?

Shadows mungkin tidak dapat ekspansi kedua, tapi ini bukan tanda bahaya. Ubisoft lagi fokus stabilisasi teknologi dan kualitas jangka panjang. Dan kalau melihat sejarah Ubisoft, kadang mereka berubah pikiran kalau ada peluang besar (halo, Mirage DLC dua tahun setelah rilis).

Intinya:

Saat ini: tidak ada ekspansi besar kedua.
Di masa depan: siapa tahu? Ubisoft selalu punya plot twist.

November 28, 2025
Share on:

Related Articles

Razer Wolverine V4 Pakai Analog Kapasitif dan Polling Rate 8.000 Hz di PC

Razer Wolverine V4 Pakai Analog Kapasitif dan Polling Rate 8.000 Hz di PC

Razer memperkenalkan keluarga Wolverine V4 buat gamer Xbox dan PC yang pengin punya lebih banyak kendali atas input mereka. Diumumkan pada 6 Oktober 2...

October 7, 2026
Tanchjim Force: IEM Dual Dynamic dengan Suara Lapang dan Kabel DSP Modular

Tanchjim Force: IEM Dual Dynamic dengan Suara Lapang dan Kabel DSP Modular

Tanchjim Force punya dua daya tarik yang langsung membedakannya: desain semi-open dan kabel modular hasil kolaborasi dengan Effect Audio. IEM ini bisa...

October 6, 2026
NACON Revolution 5 Unlimited: Gamepad tapi Punya Layar Canggih

NACON Revolution 5 Unlimited: Gamepad tapi Punya Layar Canggih

NACON memperkenalkan Revolution 5 Unlimited atau R5U, controller premium berlisensi resmi untuk PS5 yang juga bisa dipakai di PC. Selain memakai susun...

October 5, 2026
Rating Usia GTA 6 Menghilang, Sempat Ungkap Dekapitasi dan Sistem Narkoba

Rating Usia GTA 6 Menghilang, Sempat Ungkap Dekapitasi dan Sistem Narkoba

Deskripsi rating usia Grand Theft Auto VI atau GTA 6 menjadi sorotan setelah dilaporkan memuat detail konten dewasa yang belum banyak dibahas sebelumn...

October 4, 2026