
Ubisoft Batalin Ekspansi Kedua Assassin’s Creed Shadows: Kok Gitu?
Keputusan yang satu ini bikin banyak fans Assassin’s Creed ngucek mata dua kali: Ubisoft resmi mengonfirmasi kalau tidak akan ada ekspansi besar kedua untuk Assassin’s Creed Shadows. Padahal selama hampir satu dekade terakhir, seri AC selalu dapat minimal dua DLC besar — kadang bahkan tiga plus tambahan lain yang kecil-kecil.
Yup, Shadows bakal jadi pengecualian.
Claws of Awaji Jadi Satu-Satunya Ekspansi Besar
Ekspansi pertama, Claws of Awaji, rilis September kemarin dengan durasi sekitar 10 jam. Awalnya konten ini merupakan bagian dari Season Pass — yang kemudian dibatalkan ketika Ubisoft menunda rilis game dari November 2024 ke Februari 2025.
Sebagai “permintaan maaf”, Ubisoft ngasih Claws of Awaji gratis buat semua yang pre-order. Tapi banyak fans tetap yakin bakal ada ekspansi kedua di tahun selanjutnya, karena… ya itu tradisi Assassin’s Creed sejak 2017.
Sayangnya, harapan itu resmi kandas.
Dalam wawancara dengan JorRaptor, Simon Lemay-Comtois (associate game director) bilang:
“Untuk Year Two, tidak ada ekspansi sebesar Awaji yang direncanakan.”
Singkat, padat, nyelekit.
Kok Bisa? Ini Penjelasan Ubisoft
Menurut Lemay-Comtois, Shadows adalah lompatan generasi yang cukup besar. Engine-nya banyak mengalami perombakan dan itu makan waktu plus sumber daya yang gila-gilaan. Dampaknya, perencanaan konten pasca-rilis jadi tidak sesolid game-game generasi sebelumnya.
Ia juga bilang kalau tim baru mulai menggarap Shadows lumayan telat, apalagi setelah jadwal rilis diundur. Season Pass yang tadinya sudah disiapkan akhirnya berubah total.
Ubisoft memilih pendekatan baru:
lihat reaksi pemain dulu setelah game rilis, baru merespons.
Alias: gas spontan, bukan roadmap panjang.
Lalu, Apa yang Akan Didapat Pemain?
Walaupun tidak ada ekspansi besar lagi, Ubisoft tetap janji ada update lanjutan di 2026 — bukan sebesar DLC, tapi masih lebih dari sekadar update kecil.
Contohnya kayak update terbaru kemarin yang nambah:
- quest cerita baru
- kolaborasi Attack on Titan
- Easter egg isu yang lumayan heboh
Lemay-Comtois cuma bilang “minimal sebesar ini”. Tidak dijelasin apakah update berikutnya bakal gratis atau berbayar.
Ini Keputusan yang Aneh… atau Justru Masuk Akal?
Yang bikin ini mengejutkan adalah track record Ubisoft:
- AC Origins (2017) → 2 ekspansi
- AC Odyssey (2018) → 2 ekspansi
- AC Valhalla (2020) → 3 ekspansi + segudang DLC kecil
- AC Mirage (2023) awalnya DLC Valhalla, tapi malah jadi game standalone
Dengan tradisi seperti itu, Shadows yang cuma dapat satu ekspansi besar rasanya kayak makan nasi padang tapi cuma dikasih ayam doang — kaget plus bingung.
Tapi kalau melihat pernyataan dev-nya, pilihan ini bisa dimengerti:
teknologi baru, engine baru, kerjaan menumpuk, dan prioritas berubah.
Tapi Secara Performa? Shadows Tetap Menggila
Yang aneh dengan pembatalan DLC keduanya tadi adalah Shadows itu salah satu game AC yang positif, baik dari sisi penjualan ataupun dari sisi penilaian pemain dan media:
- 1 juta pemain di hari pertama
- 3 juta pemain dalam seminggu
- Steam peak players: 64.825 (tertinggi sepanjang sejarah Assassin’s Creed di Steam)
- Metacritic: generally favorable
- OpenCritic: 82% critics recommend
- Famitsu: 36/40
- Pengeluaran pemain (spending) mengalahkan AC Odyssey
- Pendapatan day-one tertinggi kedua dalam sejarah franchise, cuma kalah dari Valhalla
Jadi, dari sisi komersial dan penerimaan kritik, Shadows bukan sekadar sukses — tapi sukses banget. Terus, kenapa ga ada DLC keduanya?
Kesimpulannya?
Shadows mungkin tidak dapat ekspansi kedua, tapi ini bukan tanda bahaya. Ubisoft lagi fokus stabilisasi teknologi dan kualitas jangka panjang. Dan kalau melihat sejarah Ubisoft, kadang mereka berubah pikiran kalau ada peluang besar (halo, Mirage DLC dua tahun setelah rilis).
Intinya:
Saat ini: tidak ada ekspansi besar kedua.
Di masa depan: siapa tahu? Ubisoft selalu punya plot twist.
Related Articles

IPS vs TN vs VA vs OLED: Kenapa Panel Monitor Itu Penting Banget?
Kalau kamu pernah mau beli monitor, kemungkinan besar kamu pernah ketemu istilah-istilah kayak IPS, TN, VA, OLED, QD-OLED, atau bahkan Mini-LED.Masala...

KeyBoy Advance: Keyboard Meka yang Gayanya Kayak Gameboy Advance
Buat fans keyboard custom yang juga punya nostalgia kuat ke era handheld Nintendo, ini barang yang sangat spesifik tapi menarik banget. KeyBoy Advance...

Xbox PHK 3.200 Karyawan, Empat Studio Dilepas dari Microsoft
Gelombang PHK besar kembali menghantam Xbox. Kali ini, sekitar 3.200 karyawan bakal kehilangan pekerjaan, dengan 1.600 orang terkena PHK sekarang dan ...

Epomaker Nex Pro: Mouse Gaming 65g yang Pakai Dock Magnetic
Epomaker resmi ngerilis Nex Pro, mouse gaming wireless ergonomis buat pengguna tangan kanan yang datang dengan harga $79,99 atau sekitar Rp1,4 ju...