Vantex V1: Keyboard Mechanical Ergonomis dengan Trackpad di Tengah

Vantex V1: Keyboard Mechanical Ergonomis dengan Trackpad di Tengah

4 min read 0 views

Vantex ngenalin V1, keyboard mechanical yang menggabungkan layout ergonomis dan trackpad dalam satu bodi aluminium. Bentuknya cukup berbeda dari keyboard biasa: kelompok tombol kiri dan kanan dipisahkan, sementara bagian tengahnya diisi trackpad untuk menggerakkan kursor tanpa perlu menjangkau mouse.

Vantex V1 sekarang sedang ditawarkan lewat Kickstarter, dengan pilihan versi kabel dan wireless. Konsepnya menarik buat kalian yang banyak mengetik, mengerjakan dokumen, atau ingin mencoba keyboard ergonomis dengan perangkat yang lebih ringkas di meja.

Layout Terpisah dalam Satu Bodi

Vantex V1 menggunakan susunan tombol columnar stagger. Kolom tombolnya digeser naik-turun mengikuti posisi jari, berbeda dari keyboard konvensional yang biasanya memiliki baris tombol bergeser ke samping. Pendekatan seperti ini juga bisa ditemukan pada keyboard ergonomis seperti Corne.

Namun, kedua sisi V1 tetap menyatu dalam satu bodi. Buat kalian yang belum pernah mencoba keyboard split, desain ini lebih sederhana untuk ditaruh di meja karena tidak perlu mengatur dua bagian keyboard secara terpisah. Konsekuensinya, jarak dan sudut kedua kelompok tombol juga tidak bisa diubah sebebas keyboard split dua bagian.

V1 memiliki 60 tombol dan empat layer yang bisa diprogram. Layer memungkinkan satu tombol menjalankan fungsi berbeda saat kalian mengaktifkan lapisan tertentu, sehingga keyboard tetap bisa menyediakan banyak fungsi meski jumlah tombolnya terbatas.

Kalian tetap perlu waktu untuk terbiasa dengan posisi tombol dan kombinasi layer-nya. Buat yang sudah hafal letak shortcut di keyboard biasa, pindah ke layout seperti ini mungkin terasa lebih lambat pada awalnya.

Trackpad untuk Mengurangi Bolak-balik ke Mouse

Fitur utama V1 adalah trackpad berukuran 45 × 45 mm di antara kedua kelompok tombol. Vantex menyebut posisinya bisa dijangkau ibu jari, mendukung gesture multitouch, dan memungkinkan pengaturan sensitivitas lewat sistem operasi.

Manfaatnya paling gampang dibayangkan saat kalian sedang mengetik lalu perlu memindahkan kursor, memilih menu, atau melakukan scrolling. Tangan tidak harus terus berpindah ke mouse di samping keyboard. Di atas trackpad juga tersedia tiga tombol shortcut yang bisa dipakai untuk fungsi tambahan.

Meski begitu, area 45 mm tergolong kecil untuk gerakan jari yang panjang. Kenyamanan saat melakukan drag-and-drop, memilih teks, atau memakai gesture akan menjadi bagian penting dari pengalaman pemakaiannya.

Buat main game yang membutuhkan gerakan kamera cepat dan aiming presisi, menurut kami mouse terpisah masih lebih masuk akal. Trackpad ini lebih menarik sebagai alat navigasi sehari-hari, terutama kalau kalian sering bergantian antara mengetik dan menggerakkan kursor.

Aluminium Retro, Switch Bisa Diganti

Vantex memakai bodi aluminium dengan lapisan electrophoretic dan warna beige retro. Keycap bawaannya menggunakan PBT dye-sub dengan profil Cherry. Hampir semua tombol berukuran 1u atau 1,25u, dengan satu tombol panjang di bawah trackpad.

Switch bawaannya adalah Vantex White Linear, dengan pre-travel 2 mm dan total travel 3,5 mm. V1 juga mendukung hot-swap, jadi kalian bisa mengganti switch tanpa menyolder kalau ingin mencoba rasa tekan yang berbeda.

Satu hal yang perlu diperhatikan: Vantex V1 tidak memiliki lampu sama sekali, termasuk backlight satu warna. Vantex memang memilih tampilan retro yang sederhana untuk pemakaian produktivitas. Kalau kalian sering mengetik dalam ruangan gelap dan masih sesekali melihat tombol, mungkin kalian akan ngerasain rasanya kehilangan backlight.

Fitur pemrograman tombolnya juga masih perlu diperjelas. Dukungan empat layer sudah disebutkan, tetapi informasi yang tersedia belum menjelaskan firmware atau aplikasi konfigurasi yang digunakan. Jadi, jangan langsung menganggap V1 mendukung QMK atau VIA.

Versi Wireless Masih Dikembangkan

Vantex menawarkan versi wireless dengan rencana koneksi 2,4 GHz, Bluetooth, dan kabel USB-C. Namun, dalam FAQ proyeknya, mereka menjelaskan bahwa versi wireless masih dikembangkan dan kompatibilitas akhirnya masih diuji.

Sementara itu, prototipe versi kabel disebut sudah diuji pada Windows, macOS, dan Linux. Perbedaan tahap pengembangan ini penting buat kalian yang tertarik ikut mendanai proyeknya, khususnya kalau wireless adalah alasan utama memilih V1.

Karena masih berupa proyek Kickstarter, harga yang ditawarkan merupakan harga dukungan campaign. Produk final dan jadwal pengirimannya tetap perlu mengikuti perkembangan proyek.

Harga Mulai Sekitar Rp2,33 Juta

Harga awal campaign yang diumumkan untuk Vantex V1 adalah:

VersiHarga KickstarterPerkiraan rupiah
KabelUS$129Rp2,33 juta
Wireless tri-modeUS$159Rp2,87 juta

Konversi menggunakan kurs tanggal 26 Oktober 2026. Angka rupiah tersebut bukan harga resmi di Indonesia dan belum memperhitungkan ongkir maupun biaya impor.

Menurut kami, Vantex V1 paling menarik buat kalian yang ingin mencoba susunan tombol ergonomis sekaligus mengurangi kebutuhan menjangkau mouse saat bekerja. Bodi menyatu membuat penempatannya praktis, tetapi kalian harus cocok dengan jarak tombol dan posisi trackpad yang sudah ditentukan.

Kalo kalian tertarik versi wireless, tunggu detail hasil pengujian dan software konfigurasinya lebih dulu. Pada keyboard dengan layout seperti ini, kemudahan mengatur tombol dan layer akan sering kalian pakai, jadi sama pentingnya dengan bahan bodi atau switch bawaan.

October 26, 2026
Share on:

Related Articles

Audio-Technica ATH-AWX7000: Headphone Kayu Jepang Harga Nyaris 70 Juta

Audio-Technica ATH-AWX7000: Headphone Kayu Jepang Harga Nyaris 70 Juta

Audio-Technica ngenalin ATH-AWX7000, headphone flagship closed-back yang menggabungkan driver baru dengan pengerjaan kayu tradisional Jepang. Harganya...

October 24, 2026
Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?

Optical vs Mechanical Mouse Switch: Apakah Optical Selalu Lebih Baik?

Kalau melihat gaming mouse keluaran beberapa tahun terakhir, optical switch semakin sering digunakan, terutama pada tombol utama kiri dan kanan.Razer ...

October 23, 2026
The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare

The End of an Era: EA Resmi Tutup BioWare

Kabar buruk buat penggemar Mass Effect dan Dragon Age. EA resmi mengumumkan penutupan BioWare sekaligus menghentikan development game Mass Effect beri...

October 22, 2026
Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan

Keychron J3 SE Hadir dengan Warna Pastel, Numpad Lengkap, dan Switch Ringan

Keychron ngenalin J3 SE, keyboard mechanical wireless dengan pilihan warna Pink dan Pink Blue. Kombinasi warnanya terasa lebih ceria, cocok buat kalia...

October 21, 2026