
WLMouse Beast X2: Mouse Magnesium 41–48 Gram dengan Receiver Touchscreen
WLMouse resmi memperkenalkan Beast X2, mouse gaming wireless flagship terbaru yang dikembangkan bareng TheShy, salah satu nama besar dari tim esports Invictus Gaming.
Beast X2 masih membawa DNA yang sama dari generasi pertamanya: bodi magnesium super ringan, shape kompetitif, sensor flagship, dan polling rate tinggi. Tapi kali ini WLMouse ngasih upgrade di hampir semua bagian penting, termasuk sensor, MCU, optical encoder, sampai receiver baru dengan touchscreen.
Mouse ini dijadwalkan rilis pada 8 Oktober, sementara harga resminya masih belum diumumkan.
Ada Beberapa Ukuran, Bobot Mulai 41 Gram
Salah satu hal paling menarik dari Beast X2 adalah WLMouse akan menawarkan beberapa ukuran.
Bobotnya bakal bervariasi dari sekitar 41 gram sampai 48 gram, tergantung ukuran mouse yang dipilih. Jadi pemain bisa lebih bebas memilih ukuran sesuai ukuran tangan dan grip style.
Ini juga berarti WLMouse tidak sekadar mengejar angka bobot serendah mungkin. Mereka mencoba mempertahankan opsi shape dan size tanpa bikin mouse jadi berat. Untuk mouse magnesium, angka 41–48 gram jelas masih sangat ringan.
Desain Samping Tampaknya Lebih Simpel
Kalau generasi Beast X pertama punya beberapa variasi desain side wall, Beast X2 tampaknya lebih sederhana. Dari teaser yang dibagikan, mouse ini terlihat memakai solid side walls dengan bagian atas yang masih punya perforasi.
Pendekatan seperti ini bisa jadi pilihan yang bagus. Solid side wall biasanya terasa lebih rigid di tangan dan lebih nyaman buat gamer yang kurang suka jari menyentuh lubang besar di bagian samping.
Desain seperti ini juga bikin mouse terlihat lebih clean.

Sensor PAW 3955 HS Versi Custom WLMouse
Di bagian sensor, Beast X2 memakai PixArt PAW 3955 HS.
Ini adalah versi customized dari PAW 3955 yang disesuaikan WLMouse untuk mouse flagship mereka. Sensor ini dipasangkan dengan Nordic 54LM20 MCU, jadi jelas WLMouse mengejar performa wireless kelas atas.
Kombinasi seperti ini biasanya fokus ke:
- Tracking presisi
- Motion latency rendah
- Wireless yang stabil
- Dukungan polling rate tinggi
- Efisiensi daya yang lebih baik
Buat mouse esports, sensor dan MCU adalah fondasi utama. Di atas kertas, Beast X2 jelas tidak main aman dengan hardware mid-range.
8KHz Polling Wired dan Wireless
Beast X2 mendukung 8 kHz polling rate, baik lewat koneksi wired maupun wireless. Artinya mouse bisa mengirim data ke PC sampai 8.000 kali per detik.
Apakah semua gamer bakal langsung merasakan perbedaannya? Belum tentu. Efek polling tinggi juga tergantung refresh rate monitor, CPU, game, dan sensitivitas pemain.
Tapi buat pemain kompetitif yang ingin input secepat mungkin, dukungan 8K wired dan wireless tetap jadi fitur penting. Lebih penting lagi, WLMouse tidak membatasi 8K hanya di kabel. Wireless tetap bisa berjalan di polling maksimum.

Omron Optical Switch, Tanpa Analog Input
Untuk main click, Beast X2 memakai Omron optical switches. Ini berarti WLMouse masih fokus pada switch optical konvensional, bukan sistem analog atau adjustable actuation yang mulai muncul di beberapa mouse gaming baru.
Jadi fitur seperti:
- Analog click
- Rapid trigger
- Adjustable actuation point
tidak tersedia di Beast X2.
Buat banyak gamer, optical switch yang punya latency rendah, feel konsisten, dan minim risiko double-click masih lebih dari cukup. Apalagi untuk FPS kompetitif, hal paling penting tetap respons klik yang cepat dan predictable.
Beast X2 tampaknya lebih memilih pendekatan matang daripada ikut memasukkan semua fitur baru yang belum tentu dibutuhkan semua pemain.
Raesha Optical Encoder Buat Scroll Wheel
Bagian scroll wheel juga mendapat upgrade lewat Raesha optical encoder. Dibanding encoder mekanikal biasa, optical encoder secara teori bisa memberi beberapa keuntungan seperti:
- Presisi lebih konsisten
- Durabilitas lebih tinggi
- Risiko wear mekanikal lebih rendah
- Input scroll lebih stabil
Ini cukup penting karena scroll wheel adalah salah satu bagian mouse yang sering mulai bermasalah setelah pemakaian lama. Untuk gamer yang pakai scroll buat jump, weapon cycling, zoom, atau movement tech, encoder yang konsisten jelas bukan sekadar bonus kecil.
Shape Masih Mirip Beast X Generasi Pertama
Beast X2 disebut tetap membawa profil yang mirip Beast X generasi pertama, dengan shape yang mengingatkan pada lini Razer Viper.
Artinya mouse ini kemungkinan masih punya karakter:
- Low-profile
- Symmetrical
- Cocok buat claw grip
- Cocok buat fingertip grip
- Fokus ke movement cepat
Dengan bobot mulai 41 gram, shape seperti ini cocok banget buat pemain FPS yang suka mouse ringan dan gampang diarahkan. Buat palm grip, kecocokan bakal sangat tergantung ukuran versi yang dipilih dan ukuran tangan.

Receiver Touchscreen Jadi Salah Satu Upgrade Paling Unik
Bagian paling mencolok dari Beast X2 justru bukan mouse-nya, tapi receiver baru dengan touchscreen. WLMouse mengikuti tren mouse gaming 2026 yang mulai membuat receiver jauh lebih pintar daripada dongle biasa.
Sayangnya, WLMouse belum menjelaskan fungsi lengkap layar sentuh tersebut. Tapi berdasarkan receiver serupa yang sudah dipakai pada Huan M, kemungkinan besar beberapa pengaturan yang biasanya ada di software atau web driver bisa dipindahkan langsung ke receiver.
Misalnya:
- DPI
- Polling rate
- Performance mode
- Battery information
- Profile
- Setting lain dari WLMouse Hub
Kalau implementasinya bagus, ini bisa jadi quality-of-life yang keren. Tidak semua orang suka buka software setiap kali ingin mengubah setting. Kalau receiver bisa menangani pengaturan dasar langsung dari layar, setup jadi jauh lebih praktis.
Apakah Touchscreen Receiver Cuma Gimmick?
Ini pertanyaan yang cukup wajar. Receiver touchscreen memang terlihat keren, tapi manfaatnya tergantung seberapa banyak fitur yang benar-benar bisa dikontrol dari sana.
Kalau cuma menampilkan DPI dan battery level, ya... menarik, tapi belum tentu worth it. Tapi kalau WLMouse bisa memindahkan sebagian besar fungsi penting dari web driver ke receiver, fitur ini jadi jauh lebih masuk akal.
Apalagi buat pemain yang sering pindah PC, ikut LAN, atau main di setup berbeda. Tidak perlu buka browser, login, atau instal software cuma buat mengubah setting dasar.

Harga Masih Misterius
WLMouse belum mengumumkan harga Beast X2. Jadi untuk sekarang belum ada konversi resmi ke rupiah. Melihat spesifikasinya, Beast X2 jelas masuk kelas flagship:
- Magnesium shell
- Bobot 41–48 gram
- PAW 3955 HS
- Nordic 54LM20 MCU
- Omron optical switch
- Raesha optical encoder
- 8K wireless
- Receiver touchscreen
Jadi kemungkinan besar ini bukan mouse murah. Tinggal dilihat apakah WLMouse bisa menjaga harga tetap kompetitif dibanding mouse magnesium flagship lain yang sekarang makin ramai.
Spesifikasi Utama WLMouse Beast X2
| Fitur | Detail |
|---|---|
| Material | Magnesium |
| Bobot | 41–48 gram, tergantung ukuran |
| Sensor | PixArt PAW 3955 HS |
| MCU | Nordic 54LM20 |
| Polling rate | Hingga 8 kHz wired dan wireless |
| Main switch | Omron optical |
| Scroll encoder | Raesha optical |
| Shape | Symmetrical low-profile |
| Side wall | Solid |
| Top shell | Perforated |
| Receiver | Touchscreen receiver |
| Tanggal rilis | 8 Oktober |
| Harga | Belum diumumkan |
Kesimpulan
WLMouse Beast X2 terlihat seperti evolusi yang cukup serius dari Beast X generasi pertama.
Alih-alih cuma menurunkan bobot, WLMouse memperbarui sensor, MCU, encoder, receiver, dan pilihan ukuran. Kombinasi PAW 3955 HS, Nordic 54LM20, Omron optical switch, dan Raesha optical encoder membuat jeroannya terasa benar-benar flagship.
Bobot 41 sampai 48 gram juga sangat kompetitif, apalagi dengan shell magnesium.
Fitur paling unik jelas ada di receiver touchscreen. Kalau receiver ini benar-benar bisa menggantikan banyak fungsi software, itu bisa jadi salah satu upgrade paling berguna di Beast X2.
Satu hal yang belum terjawab sekarang cuma harga. Karena dengan spek seperti ini, Beast X2 kelihatan keren di atas kertas. Tapi kalau harganya terlalu tinggi, persaingan di kelas mouse magnesium premium bakal langsung terasa brutal.
Untuk sekarang, Beast X2 terlihat seperti mouse yang serius mengejar gamer kompetitif yang mau bobot super ringan, hardware flagship, dan sedikit sentuhan gadget mewah lewat receiver touchscreen.
Related Articles

Glorious GMMK: Keyboard 96% Compact dengan Numpad, Hot-Swap, dan Harga Lebih Waras
Glorious lagi-lagi punya keyboard baru, tapi kali ini arahnya agak beda. Setelah sempat banyak main di area membrane dan Hall effect gaming keyboard, ...

StarCraft Akhirnya Jadi Shooter, Tapi Baru Rilis Tahun 2030
BlizzCon 2026 akhirnya menjawab rumor yang sudah lama muter-muter: StarCraft resmi punya game shooter baru.Yes, setelah bertahun-tahun fans cuma bisa ...

Wallhack M-001: Mouse Magnesium 53 Gram dengan Spek Premium
Wallhack akhirnya membuka detail lengkap untuk M-001, mouse gaming wireless baru yang sebelumnya sudah sempat digoda cukup lama. Sekarang, kita sudah ...

Wooting 80HE+: Split Spacebar, FR4 Plate, dan Knob Jumbo
Wooting akhirnya resmi memperkenalkan 80HE+, versi upgrade dari keyboard gaming TKL 80HE yang sebelumnya sudah cukup populer di kalangan gamer kompeti...