Yunzii M2 Dual 8K: Mouse Gaming Wireless 63g dengan 8K Polling Rate

Yunzii M2 Dual 8K: Mouse Gaming Wireless 63g dengan 8K Polling Rate

Yunzii resmi ngenalin M2 Dual 8K Custom Wireless Gaming Mouse, mouse gaming ringan yang ditujukan buat gamer kompetitif, kreator, sampai pengguna harian yang pengen satu mouse fleksibel buat banyak kebutuhan.

Paketnya cukup menarik: sensor PAW3395, polling rate 8000Hz di mode wired dan wireless 2.4GHz, bobot cuma 63 gram, koneksi tri-mode, baterai 500mAh, dan tombol yang bisa diprogram.

Buat yang suka main FPS dan ngejar input secepat mungkin, M2 kelihatan seperti senjata baru yang cukup menggoda.

Dual 8KHz: 8000Hz di Wired dan Wireless

Salah satu fitur paling penting dari Yunzii M2 adalah dukungan Dual 8KHz polling rate.

Artinya, mouse ini bisa mencapai polling rate sampai 8000Hz lewat dua mode:

  • Wired
  • Wireless 2.4GHz

Polling rate menunjukkan seberapa sering mouse mengirim data ke PC. Makin tinggi angkanya, makin sering posisi dan klik dikirim, jadi input terasa lebih responsif.

Buat gamer kompetitif, terutama di game FPS cepat, 8KHz bisa memberi rasa tracking yang lebih halus dan delay lebih rendah. Tapi tentu manfaatnya paling terasa kalau dipakai bareng monitor refresh rate tinggi dan PC yang cukup kuat.

Untungnya, polling rate juga bisa diatur lewat software atau web customization. Jadi kalau mau hemat baterai, pengguna bisa menurunkannya.

Sensor PAW3395 Sampai 30.000 DPI

Yunzii M2 memakai sensor gaming PixArt PAW3395.

Spesifikasinya mencakup:

  • DPI sampai 30.000
  • Tracking speed 650 IPS
  • Akselerasi 50G
  • Adjustable LOD dari 1,0 mm sampai 2,0 mm

PAW3395 sudah dikenal sebagai sensor kelas tinggi yang banyak dipakai di mouse gaming modern.

DPI 30.000 memang terdengar overkill buat mayoritas gamer, karena kebanyakan pemain FPS tetap nyaman di angka jauh lebih rendah. Tapi sensor dengan performa tinggi biasanya memberi tracking yang stabil, akurat, dan minim spinout.

Buat flick shot cepat, tracking musuh, atau kerja kreatif yang butuh presisi, sensor ini harusnya lebih dari cukup.

Lift-Off Distance Bisa Diatur

M2 mendukung pengaturan lift-off distance atau LOD dari 1,0 mm sampai 2,0 mm.

LOD menentukan seberapa tinggi mouse masih membaca gerakan saat diangkat dari mousepad.

Buat pemain FPS, LOD rendah sering lebih disukai karena cursor ga banyak bergerak saat mouse diangkat dan diposisikan ulang. Sementara LOD lebih tinggi kadang berguna untuk permukaan mousepad tertentu.

Fitur ini kecil, tapi buat gamer yang sensitif terhadap feel mouse, pengaruhnya bisa lumayan terasa.

Tri-Mode Buat Gaming, Kerja, dan Travel

Yunzii M2 mendukung tiga mode koneksi:

  • 2.4GHz wireless
  • Bluetooth 5.2
  • Wired

Mode 2.4GHz jadi pilihan utama buat gaming karena latency lebih rendah.

Bluetooth 5.2 cocok buat laptop, tablet, atau kerja harian karena lebih praktis dan hemat. Mode wired bisa dipakai saat baterai habis atau saat pengguna pengen koneksi paling stabil.

Jadi satu mouse bisa dipakai buat PC gaming di rumah, laptop kerja, dan setup travel tanpa ribet bawa banyak perangkat.

Bobot 63 Gram, Ringan tapi Masih Ergonomis

Yunzii M2 punya bobot 63±3 gram.

Ini masuk kategori ringan, tapi belum ekstrem seperti mouse esports superlight di bawah 50 gram. Buat banyak pengguna, 63 gram justru jadi titik aman: cukup ringan buat flick cepat, tapi masih terasa solid di tangan.

Bentuknya dibuat ergonomis untuk tangan medium sampai besar.

Permukaannya memakai tekstur carbon fiber yang diklaim nyaman, anti-slip, dan tahan keringat. Buat sesi gaming panjang, grip seperti ini penting supaya mouse ga terasa licin saat tangan mulai panas.

5 Tombol Bisa Diprogram

M2 punya 5 tombol programmable yang bisa disesuaikan lewat software Windows atau web-based driver.

Pengguna bisa melakukan:

  • Remap tombol
  • Membuat shortcut
  • Mengatur fungsi klik
  • Menyesuaikan layout kontrol
  • Membuat profile sesuai kebutuhan

Buat gaming, tombol tambahan bisa dipakai buat skill, melee, ping, reload, push-to-talk, atau macro ringan.

Buat kerja harian, tombol bisa diubah jadi shortcut copy-paste, back-forward, atau perintah aplikasi tertentu.

Jadi mouse ini ga cuma berguna buat ngejar kill, tapi juga buat ngejar deadline.

DPI Bisa Diatur dari 50 sampai 30.000

Rentang DPI Yunzii M2 cukup lebar, mulai dari 50 sampai 30.000 DPI.

DPI rendah cocok buat aiming presisi dan pekerjaan detail. DPI tinggi berguna buat navigasi cepat, terutama kalau pakai multi-monitor atau layar resolusi besar.

Karena bisa diatur lewat software, pengguna bisa membuat beberapa stage DPI sesuai kebutuhan.

Misalnya:

  • 400 atau 800 DPI buat FPS
  • 1200 sampai 1600 DPI buat desktop
  • DPI lebih tinggi buat layar besar atau workflow cepat

Baterai 500mAh

Yunzii M2 membawa baterai 500mAh.

Yunzii belum mencantumkan estimasi daya tahan dalam jam pada informasi ini, tapi kapasitas 500mAh cukup umum untuk mouse wireless ringan.

Daya tahan real kemungkinan bakal sangat dipengaruhi oleh mode koneksi dan polling rate. Mode 8KHz biasanya lebih boros dibanding 1KHz, terutama saat dipakai wireless.

Jadi pengguna yang ingin baterai lebih panjang bisa menurunkan polling rate saat kerja harian, lalu menaikkannya lagi saat masuk mode ranked.

Customization Lewat Software dan Web Driver

Yunzii menyediakan dua jalur pengaturan:

  • Software Windows
  • Web-based driver

Lewat keduanya, pengguna bisa mengatur DPI, polling rate, tombol, dan profile.

Web driver jadi nilai plus karena pengguna ga harus selalu install aplikasi tambahan di tiap PC. Tinggal buka browser yang kompatibel, atur setting, lalu lanjut pakai.

Ini cocok buat orang yang sering pindah antara PC rumah, laptop kantor, atau setup turnamen.

Buat Siapa Yunzii M2?

Yunzii M2 cocok buat pengguna yang mencari:

  • Mouse wireless ringan
  • Sensor PAW3395
  • Polling 8000Hz
  • Koneksi tri-mode
  • Bobot sekitar 63 gram
  • Bentuk ergonomis
  • Software dan web customization
  • Mouse buat gaming sekaligus kerja

Mouse ini paling menarik buat gamer FPS, pengguna multi-device, dan orang yang suka setting input secara detail.

Tapi buat pengguna yang cuma main casual, polling 8KHz mungkin terasa overkill. Mode lebih rendah bisa tetap memberi pengalaman yang nyaman sambil menjaga baterai lebih awet.

Spesifikasi Utama Yunzii M2 Dual 8K

FiturDetail
SensorPAW3395
DPI50–30.000
Tracking speed650 IPS
Akselerasi50G
Polling rateHingga 8000Hz
Mode 8KWired dan 2.4GHz wireless
Koneksi2.4GHz, Bluetooth 5.2, wired
Tombol5 programmable buttons
Baterai500mAh
LOD1,0–2,0 mm
Bobot63±3 gram
GripCarbon fiber texture
Target tanganMedium sampai besar

Kesimpulan: Mouse Ringan dengan Spek Kompetitif

Yunzii M2 Dual 8K datang sebagai mouse gaming wireless yang cukup serius di atas kertas.

Dengan sensor PAW3395, polling rate 8000Hz di wired dan 2.4GHz, bobot 63 gram, koneksi tri-mode, DPI sampai 30.000, LOD adjustable, dan web-based customization, mouse ini punya fondasi kuat buat gaming kompetitif maupun penggunaan harian.

Daya tarik utamanya jelas ada pada kombinasi Dual 8KHz + PAW3395 + bobot ringan. Itu trio yang biasanya dicari gamer FPS modern.

Kalau harganya nanti agresif dan feel kliknya enak, Yunzii M2 bisa jadi opsi menarik buat pemain yang pengen mouse cepat tanpa harus masuk ke kelas harga flagship yang bikin dompet kena headshot.

July 15, 2026
Share on:

Related Articles

AMD Siapin FSR Multi-Frame Generation Sampai 8x?

AMD Siapin FSR Multi-Frame Generation Sampai 8x?

AMD kabarnya sedang menguji teknologi baru buat FSR Multi-Frame Generation atau MFG. Menariknya, fitur ini disebut punya opsi sampai 8x, alias bisa me...

July 14, 2026
ROG Raikiri II Pro: Gamepad 8K Polling Rate dan Joystick Hotswap!

ROG Raikiri II Pro: Gamepad 8K Polling Rate dan Joystick Hotswap!

ASUS Republic of Gamers resmi mengumumkan kehadiran ROG Raikiri II Pro PC di Indonesia. Ini adalah kontroler kelas atas buat gamer PC yang pengen inpu...

July 13, 2026
Trailer Gameplay Total War: Warhammer 40K Bikin Spek PC Ketar Ketir

Trailer Gameplay Total War: Warhammer 40K Bikin Spek PC Ketar Ketir

Creative Assembly dan Sega akhirnya memperlihatkan gameplay perdana Total War: Warhammer 40,000, dan hasilnya terlihat sangat niat. Ini bukan cuma Tot...

July 12, 2026
Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced: Tetep Bikin Lupa Waktu!

Review Assassin’s Creed Black Flag Resynced: Tetep Bikin Lupa Waktu!

Ada banyak hal yang sudah berubah sejak Assassin’s Creed IV: Black Flag dirilis pada 2013. Harga GPU makin tidak masuk akal, ukuran game makin mendeka...

July 11, 2026